UNAS TV mengadakan webinar Studio Jurnalis 2.0 "The Biggest Challenge of Journalist in Digital Era" dengan menghadirkan Gina Fita selaku presenter dan reporter TV One sebagai pemateri secara virtual melalui platform zoom meeting, Selasa (21/12).
Dalam pemaparan materinya, Gina menyampaikan penetrasi pengguna internet yang setiap tahun meningkat, semua orang dapat dengan mudah mengakses internet, bahkan bukan hanya mengakses, tetapi juga menyebarluaskan informasi.
"Dari informasi yang disebarluaskan masih dipertanyakan mengenai kebenaran dan akurasi berita dan juga informasi yang disebarluaskan tersebut. Setiap tahun adanya peningkatan terkait penyebaran berita bohong atau hoaks, contohnya pada tahun 2019 hingga 2020 meningkat 88,3%," jelasnya.
Selain itu, Ia menyampaikan peran jurnalisme sangat di butuhkan, karena dengan maraknya berbagai macam penyebaran berita hoaks serta kita tidak bisa mengkonfirmasi mengenai kebenaran dari informasi yang disebarkan.
"Jurnalisme memiliki peran yang statis untuk mengedukasi masyarakat sebagai alat kontrol sosial kepada masyarakat juga. jadi, penguasaan opini terhadap media penting untuk menciptakan persepsi publik."
Selanjutnya, Gina memaparkan isu utama sebuah media jurnalistik selalu ditentukan dari rapat redaksi. Framming issue selalu diputuskan didalam rapat redaksi media.
"Kita memang sebagai media itu selalu tunduk pada kode etik jurnalistik, karena kita tahu bahwa pers merupakan bagian dari pilar demokrasi setelah eksekutif, yudikatif dan legislatif. Sehingga ini yang memang harus dipegang teguh oleh seorang jurnalis," ujarnya.
Lebih lanjut, Gina menyampaikan ada dua jenis media yaitu media mainstream seperti koran, radio, televisi media non mainstream seperti sosial media (Instagram,Twitter, Facebook), mesin pencarian (google, yahoo), dan kanal video (youtube,facebook watch).
"Ini yang penting,berikan informasi cerdas, bukan memaksa penonton menjadi cerdas. Artinya, segala sesuatu yang berkaitan dengan produksi berita itu harus sesuai dengan kode etik jurnalistik sebelum disampaikan kepada publik," tutupnya.
Komentar (0)