Dalam mendukung Program Kampus Merdeka, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menyelenggarakan webinar dengan tema "E-Resources Perpustakaan Nasional Mendukung Kampus Merdeka" yang diadakan melalui platform Zoom Meeting, Senin (20/12).
Dalam sambutannya, Drs. Syarif Bando, MM., selaku Kepala Perpustakaan Nasional RI menyatakan bahwa kita berada dalam upaya mengimplementasikan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang kampus merdeka dan merdeka belajar.
"Bukan rahasia umum lagi bahwa perpustakaan adalah ruang terbuka untuk siapa saja, dengan sejumlah koleksi yang dimilikinya tentu bisa menjadi sebuah institusi peradaban yang mendukung pembelajaran di era pandemi seperti sekarang," ujarnya.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2016 Perpustakaan Nasional sudah merubah paradigma perpustakaan dari perpustakaan konvensional menjadi perpustakaan digital. Paradigma tersebut yaitu perpustakaan mampu menjangkau masyarakat dengan teknologi yang ada, bukan masyarakat yang menjangkau perpustakaan.
Sejalan dengan itu, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., selaku Plt. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi juga menyampaikan sambutannya dalam kegiatan webinar ini. Nizam mengungkapkan bahwa kondisi literasi kita sangat rendah, hal tersebut dibuktikan dari peringkat kita yang berada dibawah.
"Literasi sangatlah penting sebagai pondasi untuk bisa menjadi sumber daya manusia yang kompetitif secara internasional," pungkasnya.
Nizam mengatkah, gerakan literasi merupakan salah satu upaya dalam peningkatan literasi masyarakat, dan pustakawan merupakan ujung tombak untuk gerakan literasi tersebut.
"Tantangan utama bagi pustakawan adalah menjadikan perpustakaan aktraktif lagi sebagai tempat bagi generasi muda untuk meluangkan waktu untuk membaca, berprikir secara kritis, dan kemampuan berinovasi," ungkapnya.
Komentar (0)