Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mempersembahkan webinar Healthy Digital Literacy (HEALDICY)dengan judul "Tangkal Hoaks di Dunia Digital" yang dilaksanakan secara virtual melalui platform Zoom Meeting, Sabtu (18/12).
Webinar ini menghadirkan Heni Mulyati, M.Pd., selaku Komite Edukasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia sebagai pemateri. Ia menjelaskan bahwa data digital di Indonesia per Januari 2021 dari 274,9 juta penduduk, ada 345,3 juta orang yang melakukan koneksi telepon seluler, 202,6 juta orang pengguna internet, dan 170 juta orang pengguna media sosial aktif.
"Hoaks adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tapi dibuat seolah-olah benar. Di Indonesia masih banyak masyarakat yang percaya dengan hoaks, mereka percaya berita hoaks dikarenakan kemampuan literasi digital dan berpikir kritis yang belum merata, polarisasi masyarakat (dampak perbedaan politik), dan juga belum cakap memilah informasi," jelasnya.
Ia juga menjelaskan beberapa contoh dari hoaks, yaitu satire/parodi, konten palsu, koneksi yang salah, konten yang menyesatkan, konten yang salah, konten tiruan, dan konten yang di manipulasi.
"Ciri-ciri dari informasi hoaks adalah sumber informasi tidak jelas, biasanya bisa membangkitkan emosi, alasan yang kelihatannya ilmiah tapi salah, isinya sembunyikan fakta, dan minta diviralkan/disebarkan. Informasi hoaks akan menimbulkan dampak seperti timbulnya perpecahan dan saling curiga, bingung membedakan mana informasi yang betul dan yang salah, dan juga dapat hilangnya nyawa karena informasi yang salah," ujarnya.
Komentar (0)