Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia bekerja sama dengan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (Basindo) dan Daerah (Basindoda) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan Webinar Internasional Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia/Melayu dengan judul "Ancangan Strategi dan Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia/Melayu di Era Megatren Dunia" melalui platform Zoom Meeting, Sabtu (27/11).
Salah satu pembicara dalam webinar ini yaitu Prof. Dr. Yasnur Asri, M.Pd., selaku Dosen di UNP. Ia menjelaskan bahwa ada beberapa teori belajar yaitu Behaviorism, Cognitivism, Constructivism, dan Connectivism.
"Behaviorism merupakan pembelajar pasif belajar melalui proses eksternal dengan menggunakan penguatan positif. Cognitivism merupakan pembelajaran yang melampaui eksternal yaitu proses internal memori jangka pendek dan jangka panjang. Constructivism merupakan pembelajar membangun pengalaman pribadi, aktif dan sosial dalam proses pembelajaran. Connectivism merupakan pembelajar belajar mandiri melalui node seperti sumber konten, orang di dalam jaringan," jelasnya.
Selain itu, Yasnur juga menjelaskan bahwa penerapan pembelajaran berbasis capaian (Outcome Based Education) menjadi sebuah keharusan untuk memberikan ruang untuk merumuskan capaian pembelajaran (learning outcome), desain ulang kurikulum, pengembangan karakter dan kreativitas mahasiswa, keselarasan yang konstruktif antara kompetensi, metode pembelajaran, hingga sistem penilaian.
"Proses pembelajaran Bahasa Indonesia/Melayu harus diarahkan untuk memberikan kesempatan, peluang, dan tantangan melakukan eksplorasi hal-hal baru. Pengalaman dari hal-hal baru kemudian direfleksikan," ujarnya.
Komentar (0)