Padang, Ganto.co- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatra Barat (SB) melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Gubenur Sumatra Barat (Sumbar).
Aksi kali ini dilakukan untuk menyuarakan ketidakpuasan mahasiswa terhadap pemerintah Sumbar dalam memprioritaskan guru honorer di Sumbar sendiri.
Kodinator Pusat Aliansi BEM SB Apriyan Candra menyebut aksi kali ini dilakukan BEM SB untuk memperingati momentum hari Guru Nasional. Selanjutnya, ia mengatakan BEM SB membawa 5 tuntutan yang harus dipenuhi Pemerintah Sumbar.
"Aksi kali ini kami inginkan untuk kesejaterahan guru di Sumbar sendiri, dan kami meminta guru honorer diangkat menjadi PNS," ujarnya saat ditemui Ganto, Kamis (25/11).
Lebih lanjut, ia menyebut pemerintah Sumbar juga gagal dalam perekrutan P3K di Sumbar sendiri. Kegagalan tersebut menurutnya terjadi pada kuota penerimaan P3K.
"Penerimaan P3K mengalami cacat prosedur. Cacat prosedur mulai kuota 500 orang, tapi yang diterima 90 orang. Tentu ini membuat kegelisahaan pada guru honorer di Sumbar sendiri,"jelasnya.
Dalam waktu dekat menurutnya, BEM SB akan mempertemukan kelompok guru honorer dengan pemerintah Sumbar.
Pantauan Ganto, mahasiswa mulai berdatangan didepan kantor Gubenur pada pukul 14.44 WIB. Para mahasiswa yang melakukan aksi membawa sejumlah spanduk berisi kritik terhadap pemerintah Sumbar.
Spanduk itu mulai dari "#Kami bersama guru, Guru honorer butuh kepastian," dan Sumbar gagal prioritaskan guru, #PPPK cacat prosedur."
Komentar (0)