Kelompok pengabdian masyarakat dalam Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) jurusan Tenik Pertambangan Universitas Negeri Padang (UNP) melakukan kegiatan pengembangan produksi cabe di Kenagarian Jopang Manganti, Kecamatan Mungka Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat (Sumbar). Kelompok ini diketuai oleh Adree Octova, S.Si., MT. beserta rekannya Yoszy Mingsi Anaperta, S.T., M.T. dan Dr. Amali Putra, M.Pd.
Menurut penuturan Adree selaku Ketua Pelaksana pada Senin (22/11), kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan produktivitas dan kreatifitas masyarakat dalam pengolahan cabe sebagai mata pencaharian warga Kenagarian Jopang Manganti.
"Masyarakat di sana langsung menjual hasil panennya (cabe) kepada tauke sehingga dibutuhkan pengembangan pengolahan hasil panen untuk mendapatkan keuntungan yang lebih." Ujarnya kepada Ganto.
Selain itu, Adree menjelaskan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai budidaya cabe juga menjadi alasan dibalik diadakannya program tersebut. Lanjutnya, saat ini timnya sudah melakukan penyuluhan kepada masyarakat Kenagarian Manganti pada Sabtu (9/10). Penyuluhan tersebut menghadirkan Riko Maiyudi yang juga merupakan dosen Teknik Pertambangan UNP sebagai narasumber yang memiliki pengalaman dalam budidaya cabe.
"Ketika penyuluhan kami memberikan buku-buku mengenai budidaya cabe untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap cara budidaya yang benar dan penyakit yang biasa timbul pada tanaman cabe," lanjutnya.
Lebih lanjut, Adree menuturkan dalam pengolahan hasil panen biasanya masayarakat hanya melakukan olahan untuk kebutuhan rumah tangga saja. "Biasanya masyarakat hanya mengunakan blender untuk menggiling cabe keperluan sehari-hari."
Untuk itu, lanjunya, timnya juga memberikan seperangkat alat penggiling untuk menggiling cabe dalam jumlah yang banyak untuk bisa diperjual belikan.
Komentar (0)