GANTO.co - Pemuda Lintas Agama (PELITA) mengadakan weibinar dalam rangka menyambut ulang tahun PELITA Padang yang ke-2 dengan tema "Pelita untuk Gerakan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Sumatera Barat", yang diselenggarakan melalui platform Zoom Meeting, Rabu (10/11).
Syaeful Uyun selaku pembina Pelita mengatakan bahwa belakangan ini ada keraguan terhadap toleransi di Indonesia pasca reformasi toleransi. Bangsa ini memiliki jiwa bhinneka tunggal ika, Pancasila, UUD yang harus selalu ada pada diri kita.
"Jiwa bangsa ini adalah bineka tunggal ika, Pancasila, dan UUD jiwa itu harus senantiasa tertanam pada diri kita dan fokus pada pembangunan bangsa," ujarnya.
Selanjutnya, Nia Sjarifudin yang merupakan aktifis anti diskriminasi sekaligus menjabat sebagai ketua aliansi bineka tuggal Ika menyampaikan bahwa sebagai generasi muda harus mampu memperbaiki toleransi antar umat agama.
Nia juga mengatakan anak muda lebih banyak memiliki peluang untuk merebut kembali pandangan hidup bangsa yaitu bineka tunggal ika.
"Pada saat sekarang ini sejarah mencatat orang muda punya peluang banyak untuk menegakkan kembali arti bineka tunggal ika," paparnya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa diskriminasi saat ini sudah menjalar kemana mana tidak hanya agama, menurutnya hal tersebut sudah menjadikan bangsa ini dan banyak paham radikal yang mengatas namakan intoleransi radikal.
"Hal seperti itu harus menjadi sesuatu yang harus diwaspadai tapi tidak untuk ditakuti, dengan cara mempertahankan, memperkuat, itu salah satu hal yang perlu kita pertahankan", tutupnya.
Komentar (0)