Universitas Trilologi bersama Klinik Akuntasi UMKM Trilogi dan Forum Komunikasi Desa Wisata Provinsi Bali mengadakan seminar pengabdian kepada masyarakat dengan tema "Budaya dan Kearifan Lokal sebagai Pondasi Pengembangan Desa Wisata di Bali," secara virtual melalui platform Zoom Meeting, Selasa (2/11).
Dalam penjelasannya, I Made Mahendra Astawa, S.Tr.PAR., selaku Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Provinsi Bali, mengatakan bahwa setiap orang yang berkunjung ke Bali memiliki berbagai sebutan tersendiri untuk Bali.
Bali merupakan sebuah pulau yang memiliki bermacam-macam keunikan didalamnya. Mulai dari potensi laut, pemandangan, budaya, agama yang menjadi daya tarik tersendiri. Sehingga orang-orang tertarik untuk datang ke Bali.
"Perlu dikuatkan pemahaman konsep dasar Desa Wisata dan pengelolaan profesional yang dapat memberikan dampak pada perekonomian masyarakat setempat," ujarnya.
Made mengatakan, di awal April 2020 Covid-19 mulai masuk ke Bali. Sejak itu, Bali mengalami penurunan pengunjung 12% dari sebelumnya. Situasi dan kondisi yang sulit seperti ini tidak mudah untuk Bali sebagai wilayah yang terkenal makmur.
Mengenai pengembangan Desa Wisata, Made mengatakan ada beberapa konsep dalam pengembangannya. "Daya tarik wisata, pertanian modern, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, pasca panen, industri rumah tangga, dan promosi," paparnya.
Komentar (0)