GANTO.co - Webinar dengan tema "Mampukah Anak Muda Menggagas Politik Alternatif," menghadirkan Isidora Happy Apsari yang merupakan Aktivis Politik Perempuan sebagai pemateri, Jumat (29/10).
Dalam pemaparannya mengenai "Anak Muda dan Demokrasi" Isidora menjelaskan pandangannya mengenai politik alternatif yang seharusnya memaksimalkan peran anak muda.
Isidora menjelaskan, ada dua tipe anak muda saat berpolitik, yaitu apatis dan fanatik. Sikap apatis cenderung tidak mau terlibat dalam politik. Sedangkan fanatik cendurung menutup telinga terhadap suatu permasalahan dari sisi lain.
"Apatis itu seperti mereka berpikir tidak ada gunanya untuk ikut politik. Nanti hasilnya juga akan begitu-begitu saja. Sedangkan yang fanatik mereka cenderung tidak mau membuka mata untuk melihat sebuah permasalahan dari sisi yang lainnya," ujarnya.
Sejalan dengan itu, Isidora memaparkan beberapa ide untuk mendorong jiwa demokrasi anak muda, antara lain dengan memanfaatkan sosial media sebagai sarana menyampaikan ide, keterlibatan masyarakat, dan kolaborasi dengan pemerintah atau pekerja seni.
Selain itu, Isidora menyatakan beberapa poin penting dalam mendorong peran demokrasi anak muda, antara lain anak muda bisa bersuara, anak muda tahu kemana harus memberikan suara, dan anak muda tahu bahwa suaranya didengar.
"Ketiga poin ini tidak bisa berdiri sendiri karena saling terkait. Kalau ketiga poin ini dijalankan, bisa menjadi politik alternatif," tutupnya.
Komentar (0)