Gelar Wicara dengan tema "Peran Parlemen dalam Kemajuan Pendidikan Nasional pada Masa Pasca Pandemi untuk Mempersiapkan Generasi Emas 2045," yang dilaksanakan secara virtual melalui platform Zoom Meeting, Kamis (28/10) mendatangkan Mgs. H. Syaiful Padli, ST., M.M. yang merupakan Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan.
Dalam pemaparannya, Syaiful mengatakan bahwa Dinas Pendidikan Sumatera Selatan menyampaikan visi misinya adalah mewujudkan layanan yang inklusif dan berkualitas guna membentuk karakter yang tangguh.
Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa visi misi tersebut diturunkan lagi menjadi 4 poin. Di antaranya, meningkatkan layanan dan reformasi birokrasi pendidikan, meningkatkan layan pendidikan yang bermutu untuk semua jenjang tanpa diskriminasi, menetapkan wajib belajar 12 tahun, dan terakhir meningkatkakn kesejahteraan PTIK.
Selanjutnya, Syaiful Padli juga mengatakan ada 4 isu-isu strategis layanan pendidikan Sumatera Selatan (Sumsel). "Minim inovasi dalam fungsi pelayanan, pembelajaran akademis dan pembelajaran non akademis jangkauan jauh karena belum terbentuknya UPTD, layanan yang lamban, dan kualitas SDM yang belum IT minded," menjadi faktor penghambat dalam pelayanan pendidikan di Sumsel jelasnya.
Terakhir, Ia menjelaskan bahwa perjuangan Komisi V di masa pandemi sudah cukup baik dalam pelaksanaannya untuk menyokong dunia pendidikan.
"Kami dari Komisi V ini sudah mengalokasikan insentif guru honorer Sumatera Selatan lebih kurang sekitar 9.335 orang dari 6.609 guru, 2.424 Tenaga Admisitrasi Sekolah, 302 operator sekolah, yang masing-masingnya guru mendapatkan 400 ribu rupiah per bulan, Tenaga Administrasi Sekolah 300 ribu rupiah, dan operator sekolah mendapatkan 500 ribu rupiah, sehingga dana yang dialokasikan adalah Rp 21.130.800.000," paparnya.
Komentar (0)