ganto.web.id-Ditengah derasnya arus musik pop yang semakin mencuat, Unit Kegiatan Kerohanian (UKK) UNP mengambil jalur lain dengan mengangkat acara Talk Show Musik Islami (TSMI) di teater tertutup Fakultas Bahasa dan Seni, Minggu (21/10). Acara ini merupakan agenda penutupan kepengurusan UKK pada periode 2012 dan dihadiri oleh 260 peserta. "Orang yang cerdas adalah orang yang memikirkan hari esok. Maka, melalui musik Islami akan membakar semangat kita dalam meraih nikmat-Nya," ujar Azzuhfi Illan Tinasa selaku Ketua Umum UKK saat memberikan sambutannya.
Sesuai dengan tema: "Bangsa Cerdas dengan Musik Berkualitas," acara TSMI ini berusaha menyuguhkan informasi yang dapat membuka persepsi tentang musik. Acara ini menghadirkan pemateri diantaranya Prof. Prayitno MSc. Ed yang juga seorang konselor, Tashiru grup band nasyid asal Bandung yang juga ikut menyumbangkan suaranya dihadapan para peserta. Tak hanya itu, meskipun nyanyian/irama yang bernada dibolehkan dalam Islam, ternyata nyanyian yang apabila lirik dan penyanyinya menunjukkan sesuatu yang dapat merusak aqidah dilarang oleh agama Islam. "Sesuatu yang mubah, apabila dilalaikan akan jatuh menjadi makruh bahkan haram," ujar Dzul Adli. Lc selaku pemateri ketiga.
Selain itu, ternyata jika ditinjau dari sudut panjang psikologi, musik juga membawa pengaruh bagi pendengarnya. "Musik adalah keindahan yang mendorong pendengar berimajinasi, mendorong semangat pendengarnya apakah itu kearah positif maupun negatif," ujar Prayitno saat menyampaikan materi.
Setelah acara TMSI ini diharapkan dapat memberikan persepsi pada generasi muda bahwa musik islami itu indah dan tidak kalah dengan musik-musik pop lainnya. "Nasyid bisa menuntun kita ke jalan yang lurus dan menyehatkan, bukan kepada kesesatan, "ujar Sulaiman S.Pdi, Pembina UKK. Nara Andriyani, mahasiswa jurusan Kimia ikut berkomentar: "Acara TSMI ini dapat merubah persepsi kita tentang musik mana yang baik dan layak untuk dikonsumsi umat Islam," tegasnya. *May
Komentar (1)