Dr. Fabianto Santoso selaku Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah Syaraf menyampaikan materi tentang "Manfaat Berkarya Ilmiah Sejak Mahasiswa" pada webinar Journal Stalking yang diselenggarakan Ikatan Seluruh Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) melalui platfrom Zoom Meeting, Minggu (24/10).
Dalam materinya, Fabi menyampaikan bahwa berkarya ilmiah sejak mahasiswa itu sangatlah penting karena sebagai bekal untuk mempunyai dasar penulisan ilmiah. Karya ilmiah yang dapat dibuat mahasiswa sebagai langkah awal penulisan bisa berupa literature review.
"Literature review ini bisa dijadikan langkah awal untuk mahasiswa dalam menulis karya ilmiah," ujarnya.
Lebih lanjut, Fabi mengatakan bahwa wadah publikasi karya ilmiah meliputi lomba karya ilmiah, conference atau kongres, jurnal nasional dan internasional, serta majalah ilmiah. Semua wadah itu bisa dijadikan mahasiswa untuk mempublikasikan karya ilmiah yang dimiliki.
Fabi juga memaparkan tips dan trik menulis kaya ilmiah, yaitu memulai untuk menulis tanpa memikirkan banyak hal, cari partner menulis, diskusi bersama tema, diskusi judul, dan cari pembimbing.
"Bila ada partner dalam menulis, kita akan lebih semangat dalam menulis. Jelek di awal dalam berkarya ilmiah itu tidak masalah. Percayalah begitu kita terus berproses dalam menulis, kita akan ketagihan untuk membuat lagi," jelasnya.
Terakhir, Fabi memberikan saran agar mahasiswa berorganisasi ilmiah karena berorganisasi membuat kita memiliki teman yang dapat diajak berdiskusi dengan pemikiran yang mungkin berbeda-beda. Tidak hanya itu, berorganisasi ilmiah membuat seseorang memiliki akses lebih banyak lagi dan dapat mempelajari ilmu lain.
"Berkarya ilmiah itu penting, baik untuk sekarang dan pendidikan selanjutnya," tutupnya.
Komentar (0)