Melalui seminar yang diadakan oleh Biotek Farmasi Indonesia, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp. PD-KAI, selaku Konsultan Alergi dan Imunologi menyampaikan informasi mengenai vaksinasi Covid-19, yang dilaksanakan secara virtual melalui platform Zoom Meeting dan live streaming YouTube, Sabtu (23/10).
Dalam materinya, Iris mengatakan bahwa vaksin merupakan sebuah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme yang aman dan membentuk kekebalan tubuh secara aktif.
"Jika vaksin disuntikkan kepada seseorang maka akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu," ungkapnya.
Selanjutnya, ia menjelaskan mengenai vaksin Covid-19 yang bekerja dengan cara menstimulasikan kekebalan tubuh.
"Vaksin Covid-19 tidak menjamin kekebalan penuh terhadap infeksi virus corona, namun dapat mengurangi jika terinfeksi," jelasnya.
Lebih lanjut, Iris mengatakan bahwa berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit HK.02.02/4/423/2021 untuk Indonesia masih menyarankan pemberian vaksin dosis pertama dan kedua dengan jenis yang sama untuk membentuk antibodi.
"Vaksinasi perlu dijalankan sesuai dengan program pemerintah untuk membantu membentuk antibodi," tuturnya.
Iris juga mengatakan bahwa pemberian vaksin diperlukan, namun tidak dapat menghambat proses infeksi virus corona yang masuk ke dalam tubuh.
"Antibodi yang terbentuk tidak memberi kekebalan 100% terhadap virus corona yang telah bermutasi lebih dari 10 hari, antibodi tersebut akan turun dalam 3-6 bulan setelah dosis kedua," tutupnya.
Komentar (0)