Dr. Syur'aini, M.Pd., selaku Lektor Kepala Universitas Negeri Padang (UNP) menjelaskan materi terkait peran lingkungan keluarga dalam optimalisasi stimulasi pembelajaran bagi anak di masa pandemi, pada webinar bertajuk"Bidang Peminatan Anak Usia Dini" yang diadakan oleh Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNP, yang dilakukan secara virtual melalui platform Zoom Meeting, Sabtu (23/10).
Dalam materinya, Syur'aini menjelaskan bahwa keluarga ialah mereka yang mempunyai hubungan darah, perkawinan serta adopsi.
"Lalu, siapakah keluarga itu? Keluarga adalah kelompok primer yang terdiri dari dua atau lebih orang yang mempunyai jaringan interaksi interpersonal, hubungan darah, hubungan perkawinan, dan adopsi," jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa lingkungan keluarga terbagi menjadi dua jenis yaitu Nuclear Family dan Extended Family.
"Yang termasuk Nuclear Family adalah suami-istri, suami-istri dan anaknya, ayah dan anaknya (duda), serta ibu dan anaknya (janda). Sedangkan yang termasuk Extended Family adalah suami-istri dan anaknya, ayah dan anaknya (duda), ibu dan anaknya (janda), kakek atau nenek, paman atau bibi, dan pengasuh atau pramuwisma ," tambahnya.
Lebih lanjut, Syur'aini memaparkan bahwa kedua orang tua memiliki perannya masing-masing dalam mengasuh dan mendukung pembelajaran anak.
"Peran ayah antara lain ialah pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, kepala keluarga, anggota dari kelompok sosialnya, dan sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. Sedangkan peran seorang ibu antara lain ialah mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung anak, dan pencari nafkah tambahan dalam keluarganya," paparnya.
Terakhir, Syur'aini menyebutkan beberapa kiat yang bisa dilakukan orang tua untuk mendampingi anak belajar di saat pandemi.
"Yaitu membantu anak menghadapi kesedihannya karena kehilangan waktu belajarnya di sekolah, menggunakan pekarang rumah menjadi kelas yang nyaman bagi anak, melibatkan anak untuk melakukan sesuatu dengan riang dan gembira, membagi tugas dengan anggota keluarga lainnya, dan membuat jadwal harian untuk anak," tutupnya.
Komentar (0)