Hasil aksi tuntutan aspirasi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Barat (SB) di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jumat (22/10) ditangguhkan sampai tanggal 3 November 2021. Hal tersebut dikarenakan Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar) sedang berada di luar kota.
Sebagai jaminan, Ketua Komisi II DPRD Sumbar, Arkadius Datuak Intan Bano dan ketua Komisi V, M. Yusuf Abit, berjanji akan mempertemukan aliansi mahasiswa dengan Ketua DPRD Sumbar.
Sebelumnya, aliansi BEM SB mengadakan aksi mengenai evaluasi tujuh tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo. Di dalam tuntutannya, BEM SB merangkum dalam empat tuntutan besar mengenai isu politik hukum dan HAM, ekonomi dan ketenagakerjaan, pornografi, dan pendidikan di Sumbar.
Dalam aksi kali ini, BEM SB berharap adanya dukungan langsung dari DPRD yang diwakilkan oleh Ketua DPRD Sumbar, Supardi sebagai perwakilan masyarakat sumbar. Hal ini disampaikan oleh salah satu peserta aksi, Riski Akbar. "Kami mengamini DPRD Sumbar merupakan representasi dari masyarakat sumbar. Artinya masyarakat Sumbar bersama-sama menyatakan bahwa tujuh tahun pemerintahan Jokowi itu gagal," jelasnya.
Namun, harapan itu tidak bisa terlaksana. Ketua Komisi II, Arkadius mengatakan bahwa saat itu Ketua DPRD dan tiga wakilnya sedang tidak berada di Kota Padang. "Kebetulan hari ini pimpinan DPRD dua orang ke Jakarta dan dua orang ke Bukittinggi. Kemudian beliau meminta kepada kami untuk menerima aliansi BEM SB," ungkap Arkadius.
"Insyaallah saya Ketua Komisi II dan Ketua Komisi V berjanji untuk menyampaikan kepada Ketua DPRD dan meyakinkan Ketua DPRD untuk bisa menerima BEM SB sebagaimana yang diinginkan mahasiswa," tambahnya.
Terkait waktu pertemuan yang akan direncanakan, Arkadius mengatakan bahwa saat ini DPRD sedang melaksanakan reses dan berjanji akan mempertemukan mahasiswa di bulan November. "Insyaallah hari Rabu tanggal 3 November aliansi BEM SB akan diterima oleh pimpinan DPRD Sumbar," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut Koordinator Pusat BEM SB, Qholib Ajib mengatakan bahwa akan terus mengawal aspirasi ini hingga sampai kepada Ketua DPRD Sumbar. "Alhamdulillah aspirasi kita baru diterima oleh Ketua Komisi II dan Ketua Komisi V. Kita aliansi BEM SB akan terus mengawal sampai aspirasi ini diberikan kepada Ketua DPRD Sumbar," ujar Qholib.
Lebih lanjut, salah satu orator dari Universitas Negeri Padang, Megi Hartandi mengatakan kemungkinan adanya aksi kembali dengan massa yang lebih besar jika sampai tanggal 3 November pertemuan yang dijanjikan tidak terjadi. "Kalau misalnya sampai tanggal 3 kita tidak ada kejelasan informasi, kita akan laksanakan aksi kegagalan Jokowi jilid dua," ucapnya.
Komentar (0)