Berdasarkan pantauan Ganto, rombongan mahasiswa tiba di depan Gedung DPRD Sumbar sekitar pukul 14.45 WIB. Rombongan mahasiswa membawa sejumlah tulisan, seperti "7 tahun Jokowi menghianati rakyat,"Jangan rakus," "Rakyatmu hampir mampus," "Tuntaskan cita-cita kemerdekaan" dan "Amanat konstitusi dan oligarki kuat KPK sekarat."
Salah satu orator dari Universitas Negeri Padang (UNP), Megi Hartandi mengatakan aksi ini merupakan sebuah momentum besar dari pemerintahan Jokowi.
"Dalam aksi ini, kita memandang dari semua isu. Namun, kali ini kami membuat empat isu besar saja, yaitu Politik Hukum dan HAM, ekonomi dan ketenagakerjaan, pornografi, dan juga pendidikan," ujarnya.
Salah satu orator dari Universitas Andalas, Yudra Muspiardi mengatakan banyak hal yang menjadi poin penting sehingga Jokowi dianggap gagal dalam menjalankan pemerintahannya. Salah satunya adalah demokrasi dan polisi sebagai ibu kandung.
"Demokrasi saat ini telah menurun drastis dan pemerintah menjadikan polisi sebagai 'ibu kandung' yakni mengadu kepada polisi dengan dalih UU ITE," ucapnya.
Terakhir, peserta aksi dari Universitas Andalas, Riski Akbar menegaskan bahwa aksi ini tidak ada kaitannya dengan aksi yang telah dilakukan sebelumnya oleh BEM Seluruh Indonesia (SI).
"BEM SB ini tidak terafiliasi dengan BEM SI, karena kita aliansi yang berdiri sendiri. Tuntutan yang ada juga lebih kami tekankan kepada aspirasi masyarakat Sumbar," jelasnya.
Komentar (0)