Festival Sastra Mursal Esten (FSME) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar diskusi dengan tema "Lebih Dekat dengan Puisi Indonesia", melalui platform Zoom Meeting, Kamis (21/10).
Mutia Sukma selaku penulis buku puisi Pertanyaan-pertanyaan tentang Dunia, menuturkan bahwasannya puisi di Indonesia tidak terlepas dari sejarah perjuangan bangsa dan tidak dapat dipisahkan oleh karya sastra yang lain.
"Perkembangan puisi Indonesia tidak dapat dipisahkan dari sastra lain salah satunya yaitu pantun," ujar Mutia.
Lebih lanjut, Mutia mengatakan bahwa perkembangan puisi Indonesia saat ini dipengaruhi oleh eksplorasi-eksplorasi yang lebih luas. Pengetahuan dan berbagai hal yang dijadikan untuk penciptaan puisi sangat luas, dan dapat menjadikan suatu karya puisi yang fresh.
Hal yang serupa juga dipaparkan oleh Irwan Segara selaku penulis buku Perjalanan Menuju Mars. Menurutnya, perkembangan puisi indonesia tidak terlepas dari puisi-puisi kemerdekaan, seperti kondisi politik, mengkritik pemerintahan, contohnya seperti Karya WS Rendra dan Taufik Ismail.
Di akhir diskusi, Mutia menyampaikan bahwa interpretasi dari suatu karya puisi dapat diinterpretasikan oleh masing-masing individu dan tidak dapat digeneralisasikan.
"Puisi dapat dirasakan dan diinterpretasikan secara individu. Kebutuhan manusia tidak hanya bersifat langsung, namun juga mengisi ruang psikologis manusia secara masing-masing," tutupnya.
Komentar (0)