Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kabupaten Dharmasraya mengadakan webinar bertajuk "Interaksi Online Nyaman, Kikis Ujaran Kebencian," melalui platform Zoom Meeting, Kamis (21/10).
Dalam webinar ini, terdapat empat orang pemateri, salah satunya Ninuk Wiliani, S.Si. M. Kom yang merupakan dosen Sistem Teknologi dan Informasi di salah satu perguruan tinggi Jakarta, sekaligus Asesor di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Informatika Jakarta.
Dalam penjelasannya, Ninuk menuturkan bahwa Indonesia adalah negara yang multikultural dengan berbagai budaya dan karakter yang menuntut kita untuk mempunyai rasa toleransi terhadap pendapat orang lain.
"Berekspresi di dunia digital itu harus didasari dengan budaya yang luhur, agar media digital bisa dimanfaatkan secara efektif dan efisien," ujarnya.
Ninuk mengatakan, perlu adanya penguatan karakter individu dalam proses digitalisasi. Hal ini bertujuan agar pengguna media digital dapat mempunyai sikap bertanggung jawab dan cakap untuk memperoleh informasi.
Lebih lanjut, Ia menerangkan bahwa informasi bisa didapatkan di mana, kapan dan oleh siapa saja. Dengan adanya media digital banyak informasi yang dapat kita manfaatkan. Tinggal bagaimana cara kita memilah informasi tersebut.
Ninuk juga menjelaskan bahwa manusia harus memiliki karakter Pancasila dan ber Bhineka Tunggal Ika dalam era digital agar dapat menghargai perbedaan dan perlu adanya toleransi serta bebas berekspresi di media digital.
"Kebebasan berekspresi dan toleransi adalah salah satu cara kita menghargai diri sendiri, dan era digital ini kita dituntut untuk bijak dalam mengakses informasi agar terciptanya masyarakat berbudaya digital yang baik," tutupnya.
Komentar (0)