Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang mengukuhkan 23 jurnalis dari berbagai media sebagai anggota. Bergabungnya 23 jurnalis dari beberapa media menjadi kekuatan baru bagi AJI Padang dalam memperjuangkan Tripanji AJI, terutama di Sumatera Barat (Sumbar).
Ketua AJI Padang, Aidil Ichlas mengatakan, 23 anggota baru AJI Padang telah melewati proses seleksi selama tiga bulan. Menurutnya, jumlah itu tercatat sebagai yang terbanyak sejak AJI Padang berdiri pada tahun 2004.
"AJI masih merupakan wadah organisasi profesi yang masih menjadi pilihan bagi jurnalis Sumbar, satu hal yang penting dari penerimaan tahun ini, AJI Padang memiliki kekuatan baru dalam memperjuangkan Tripanji AJI, kemerdekaan pers, profesionalisme dan kesejahteraan jurnalis," ujarnya, Minggu (10/10).
Lebih lanjut, ia mengatakan pengukuhan anggota baru AJI dilakukan pada Sabtu malam, di kawasan perkemahan, Sungai Lareh, Kota Padang. Pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua AJI Padang, dengan didampingi Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi AJI Indonesia Hendra Makmur, beserta Pengurus AJI Padang.
Hal senada juga disampaikan Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi AJI Indonesia, Hendra Makmur. Ia berpesan agar anggota AJI Padang bisa menjadi pelopor kemerdekaan pers, terutama di daerah-daerah.
"AJI adalah organisasi yang vokal dalam mengadvokasi kasus-kasus seperti kekerasan terhadap Jurnalis, atau pembungkaman terhadap media,"pungkasnya.
Hendra menambahkan, dengan bergabungnya 23 anggota baru tersebut juga akan mendongkrak program-program yang telah dirancang AJI, seperti peningkatan kapasitas jurnalis di Sumbar, serta dalam mengkampanyekan literasi media.
Sementara, salah satu anggota baru AJI Padang, Yola Sastra dari Harian Kompas menyampaikan, sebagai jurnalis sangat penting untuk bergabung dalam organisasi profesi, seperti AJI.
"Sebagai anggota baru tentu kami juga ingin berkontribusi untuk AJI, terutama dalam memperjuangkan tripanji AJI,"jelasnya.
Sementara itu, Novia Harlina yang juga anggota baru AJI dari mediaLiputan6.com menyampaikan, dengan bergabung dengan AJI, ia bisa ikut memperjuangkan isu perlindungan jurnalis perempuan, karena masih rentan kekerasan atau pun ancaman seksual baik secara verbal atau fisik.
Komentar (0)