Perayaan bulan Bahasa dan Sastra Indonesia 2021 telah resmi dibuka pada tanggal 7 Oktober lalu melalui live streaming YouTube Kemendikbud RI juga memeriahkan pembukaan ini dengan mengundang beberapa narasumber dari berbagai bidang kebahasaan dan kesastraan. Salah satunya Jubing Kristianto, musisi dan juri Festival Digital Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional.
Jubing mengatakan perayaan bulan bahasa dan sastra merupakan sebuah dorongan penyadaran dalam dunia seni.
"Perayaan bulan bahasa dan seni merupakan sebuah momen untuk penyadaran. Program-program bulan bahasa ini menyiasat terkait ke dalam dunia seni, salah satunya musikalisasi puisi," ucapnya.
Menurut Jubing perayaan, lomba dan festival di bulan bahasa dan sastra merupakan hal yang dinanti oleh para seniman untuk mengekspresikan seninya.
"Perlombaan dan festival menjadi salah satu event yang ditunggu-tunggu oleh komunitas musik maupun komunitas sastra di Indonesia dan ini sangat menarik," ucapnya.
Jubing menambahkan bahwa semua kegiatan kesenian ada kaitannya dengan sastra.
"Setiap seni ada kaitannya dengan bahasa Semua seniman yang lahir dan ada di Indonesia menggunakan bahasa Indonesia dan mengekspresikan keseniannya dengan menggunakan bahasa. Ekspresi yang menjadi bahasa menyadarkan bahwa kita mempunyai bahasa kesatuan yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia tersebut menyatukan imajinasi para seniman," ujarnya.
Jubing juga menilai kesenian di Indonesia kini mengalami peningkatan dengan adanya karya-karya yang menggunakan bahasa daerah.
"Kini sudah ada peningkatan dalam kesenian Indonesia dengan adanya film-film menggunakan bahasa daerah dan juga musik-musik dengan bahasa daerah yang terlihat di sosial media, dengan begitu peminatnya semakin naik dan pembuatnya juga semakin bagus. Ini merupakan hal yang menggembirakan terkait hal kekayaan bahasa," ucapnya.
Lebih lanjut, Jubing mengatakan bahwa kekayaan bahasa melalui lagu menjadi salah satu alat memperekat dan simbol satu bangsa.
"Tanpa sadar lagu sebagai alat perekat dan simbol suatu bangsa di samping lambang negara. Saya membayangkan kemungkinan suatu saat dalam lingkup kecil, lagu kebangsaan muncul dari masing-masing daerah yang nantinya akan memperkaya bahasa," tutupnya.
Komentar (0)