Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia mengadakan Silaturahmi Merdeka Belajar episode sembilan bertemakan "Rayakan Bulan Bahasa dan Sastra 2021" yang dilaksanakan secara virtual melalui live streaming YouTube Kemendikbud RI,Kamis (7/10).
Muh. Abdul Khak selaku Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Kemendikbudristek mengatakan bahwa pemerintah mendukung penuh agar perayaan Bulan Bahasa dan Sastra 2021 dapat diselenggarakan dengan berbagai perlombaan dan kegiatan di berbagai provinsi.
"Pada tanggal 01 Oktober 2021 ini perayaan bulan Bahasa dan Sastra resmi dibuka. Mari kita sambut perayaan bulan bahasa dan sastra tahun 2021. Pada tahun ini Badan Pengembangan baik di pusat maupun di balai dan kantor bahasa ada di 30 provinsi menyelenggarakan berbagai jenis kegiatan dalam rangka perayaan bulan bahasa dan sastra," ucapnya.
Abdul mengatakan, perayaan ini untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mencapai masyarakat Indonesia berbahasa yang sehat. Tema perayaan bulan bahasa dan sastra tahun ini adalah Berbahasa Sehat Indonesia Tangguh.
"Tema ini berkaitan erat dengan keadaan Indonesia dua tahun terakhir. Kita mendukung kebijakan pemerintah untuk segera mencapai kesehatan masyarakat Indonesia secara sempurna. Dukungan berbahasa dalam sehat, akan mendukung Indonesia tangguh sesuai dengan semangat peringatan kemerdekaan kita tahun ini," tuturnya.
Abdul juga menambahkan tujuan utama dari perayaan ini tidak terlepas dari peristiwa Sumpah Pemuda tahun 1928.
"Ada tiga tujuan utama dalam perayaan ini. Pertama, untuk melestarikan semangat persatuan yang digagas oleh para pemuda dalam peristiwa heroik sumpah pemuda. Kedua, untuk meningkatkan sikap positif masyarakat terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Ketiga, untuk meningkatkan peran serta masyarakat luas melalui berbagai aktifitas dan perayaan dalam bidang kebahasaan dan kesastraan,".
Lebih lanjut, Abdul mengatakan bahwa dengan berbahasa sehat masyarakat Indonesia secara tidak langsung mewujudkan Indonesia yang tangguh.
"Untuk menuju Indonesia tangguh maka berbahasa yang sehat, cermat, dan arif, memberikan kontribusi yang sangat signifikan," tutupnya.
Komentar (0)