Direktur Penyerasian Pembangunan Sosial Budaya dan Kelembagaan (PPSBK) bersama Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PPDT) kembali mengadakan webinar nasional dengan tema "Strategi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Masa Pandemi" melalui platform Zoom Meeting dan live streaming YouTube, Kamis (7/10).
Webinar kali ini mendatangkan Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd, selaku Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Arief Darmawan, ST, M.Pd, selaku Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda, Pusat Data dan Informasi Kemendikbudristek sebagai narasumber.
Dalam materinya, Sri Wahyuningsih menyampaikan bahwa banyak sekali dampak negatif dari pandemi ini, seperti banyaknya siswa yang putus sekolah, penurunan capaian pembelajaran yang signifikan, dan kekerasan pada anak yang rentan sekali terjadi.
"Di masa pandemi ini capaian pembelajaran yang harusnya dapat tercapai menjadi tertunda, siswa siswa banyak yang putus sekolah lantaran ekonomi dan tak jarang mereka terpaksa ikut bekerja karena perekonomian yang susah di masa ini," ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan tahapan yang harus disiapkan untuk pembelajaran tatap muka terbatas agar perlahan dapat berjalan dengan baik.
"Dalam situasi ini jika kita ingin mengadakan pembelajaran tatap muka maka kita hars benar-benar menjalankan protokol kesehatan dengan bekerja sama dengan kementrian kesehatan dan juga satuan tugas covid-19," ujarnya.
Terakhir, Sri menyampaikan fase-fase pembelajaran tatap muka terbatas yakni ada fase transisi dan juga fase kebiasaan baru.
"Fase transisi ini kita laksanakan dua bulan sejak dimulainya pembelajaran tatap muka terbatas lalu fase kebiasaan baru kita terapkan sesudah fase transisi terlaksana dengan baik," tutupnya.
Komentar (0)