Dalam rangka memperingati hari kemanusiaan sedunia, Amnesty Indonesia Chapture UIN Syarif Hidayatullah mengadakan webinar yang bertajuk "Masyarakat Adat: Hak Dirampas, Hutan Ditebas" secara virtual melalui platform Zoom Meeting, Minggu (3/10).
Salah satu pembicara dalam webinar ini adalah Titi Moektijasih selaku Humanitarian Affairs Analyst UN OCHA.
Ia menjelaskan bahwa Covid-19 telah memicu resesi global terdalam sejak depresi hebat pada tahun 1930-an, dan kemiskinan ekstrim meningkat untuk pertama kalinya sejak 1998.
"Pada hari kemanusiaan sedunia tepatnya pada hari ini, kita mengingatkan dunia bahwa kita terjebak dalam keadaan darurat iklim. Adanya pandemi tidak serta merta memperlambat perubahan iklim," jelasnya.
Titi juga menyebutkan bahwa meningkatnya wabah penyakit dan pandemi telah menghambat layanan kesehatan hampir di setiap negara.
"Kelaparan akan meningkat dan Covid-19 akan menperburuk keadaan. Maka dari itu perubahan iklim akan terus berlanjut dan memperburuk kerentanan," paparnya.
Ia menjelaskan pengungsian meningkat sementara solusi jangka panjang tetap sulit dicapai. Diperkirakan ada 51 juta pengungsi baru dan yang sudah ada, dan jumlah pengungsi lintas batas meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 20 juta pengungsi.
Komentar (0)