Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) mengadakan webinar bertema "Konstruksi Konseptual Perlindungan Hak Kebebasan Berekspresi dan Berpendapat Melalui Media Digital di Indonesia" dengan menghadirkan Dr. Hendri Satrio, CIGS sebagai keynote speaker melalui platform Zoom Meeting, Jumat (1/10).
Dalam pemaparannya, Hendri menyatakan bahwa Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) layaknya dua belah sisi pisau. UU ITE akan bermanfaat bagi umum, namun jika disalahgunakan bisa merugikan demokrasi.
"UU ITE yang hadir seperti dua sisi pisau, jadi ada kebaikannya namun bila disalahgunakan akan merugikan demokrasi," ungkapnya.
Hendri menyatakan bahwa kebaikan dari UU ITE ini mendorong kenaikan angka pertumbuhan transaksi elektronik melebihi 470% yang menguntungkan perekonomian Indonesia. Namun dilain sisi, UU ITE kerap menjadi polemik perdebatan apabila suatu pendapat boleh disampaikan atau tidak.
"UU ITE mendorong kenaikan angka pertumbuhan transaksi elektorik hingga 470%. Namun, UU ITE kerap menjadi polemik apakah ini boleh disampaikan atau tidak," jelasnya.
Lebih lanjut, Hendri mengungkapkan terdapat dua elemen besar dalam menjaga kebebasan berpendapat yaitu media massa dan para akademisi termasuk mahasiswa.
"Kita masih bisa mengharapkan kepada dua elemen besar dalam menjaga kebebasan berpendapat yaitu media massa dan akademisi termasuk mahasiswa," pungkasnya.
Komentar (0)