Dalam ceritanya, Prof. Yalvema bercerita saat bertemu dengan Walikota Bukittinggi yang bernam Drs. Marghafar yang pada saat itu Ia di tetapkan sebagai anggota DPR Kota Bukittinggi dari kelompok non abri.
" Itu terjadi pada 1982, pada saat itu lah saya menjadi anggota DPR tanpa sedikitpun ada mimpi menjadi anggota dewan,"sahutnya.
Kuliah S2 Di Malaysia
Lebih lanjut, Prof. Yalvema menceritakan keinginannya untuk melanjutkan studi S2 namun Ia tidak mendapatkan beasiswa. Selanjutnya, ungkap Yalvema, Ia meminta izin kuliah di luar negeri kepada Rektor IKIP pada saat itu lalu mendapat pasport diplomatik.
Namun yang paling menarik ucap Yalvema, saat Ia dan Alm. Navi Imran menjadi pelatih tari masal di SMA Negeri Seremban dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun raya Negeri Sembilan.
"Satu malam saya dilatih nevi, hafal gerakan satu malam, sampai tari masal itu berhasil dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun raya negeri sembilan," ungkapnya.
Selanjutnya, secara kebetulan Ia bertemu dengan Prof. Dr. Abu Hasan, Wakil Rektor Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) saat pertemuan mahasiswa Negeri Sembilan. Dirinya dilirik oleh Prf, Abu Hasan karena mahasiswa yang paling tua. Singkat cerita, Prof. Abu Hasan memintanya untuk tes menjadi dosen hingga Lulus menjadi dosen UKM.
"Dengan gaji 2000 Ringgit di potong pajak atau 6 juta Rupiah," ucapnya.
Tidak hanya itu, Rezeki berlimpah yang Ia dapatkan saat Ia berhasil memenangkan tender untuk mengelola restoran yang dapat menampung lebih dari 200 pengunjung.
Menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi 2003-2010
Selanjutnya, dalam pemaparan Prof. Yalvema, Ia juga diminta untuk menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi pada tahun 2003 sampai 2010.
"kualitas pendidikan mampu saya genjot menuju rangking tertinggi baik perolehan UAS anak SD sampai SLTA di Sumatera Barat," pungkasnya,
Hal yang paling berkesan selama menjadi Kepala Dinas Pendidikan menurut Prof. Yalvema yaitu saat Ia membuaka sekolah kembar, sekolah kembar antara Bukittinggi dengan Seremban Malaysia.
"setiap tahun kami mengirim siswa dan guru-guru ke Seremban, dan sebaliknya," ucapnya.
Komentar (0)