"Crack Detector Pendeteksi Keretakan pada Gedung Bertingkat Berbasis Artificial Intelligence dan Image Processing Solusi Cerdas Mengatasi Keruntuhan Bangunan" adalah judul yang diajukan oleh Tim Crack Detector yang diketuai Usin, Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Tahun Masuk (TM) 2018 pada Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) tahun ini.
Crack detector merupakan Unmanned Aerial Vehicle(UAV) Vertical Take Off and Landing (VTOL) yang dilengkapi dengan kamera penangkap gambar struktur gedung yang dapat menghitung dimensi keretakan. Sehingga, pengguna dapat mengetahui besaran retakan tanpa harus mengukurnya.
Selaku ketua tim, Usin mengatakan tujuan dari pembuatan alat ini adalah untuk memudahkan masyarakat, khususnya pekerja konstruksi bangunan, dan Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) Keamanan Bangunan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik (PUPR) dalam mendeteksi keretakan gedung bertingkat.
Data yang diperoleh dari crack detectoradalah berupa gambar dan video dari keadaan bangunan, dimensi retakan, dan posisi retakan.
Berdasarkan data tersebut dapat ditentukan upaya penguatan terhadap struktur bangunan.
Usin berharap crack detector ini bisa mendapatkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, agar dapat terus dikembangkan dan bisa mengatasi keruntuhan gedung bertingkat.
Selain itu, Ia juga meminta doa dan dukungan, agar nantinya timnya lulus ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) "Kami memohon doa dan dukungan dari semua pihak, semoga tim Crack Detector lolos ke Pimnas ke-34," pintanya, melalui pesan WhatsApp, Kamis(23/9).
Tim Crack Detector terdiri dari enam orang. Dengan rincian, Annisa Prita Melinda, S.T., M.T., Jurusan Teknik Sipil sebagai dosen pembimbing, Usin, Jurusan Teknik Mesin TM 18 sebagai ketua tim, Rifqi Firlian Pratama, Jurusan Teknik Sipil TM 18, Auliya Einsrizkianne Edray Jurusan Pendidikn Guru Sekolah Dasar (PGSD) TM 18, Roza Anggraini, Jurusan Teknik Elektro TM 19, dan Yeli Susanti, Jurusan Teknik Elektronika TM 18 sebagai anggota.
Komentar (0)