"Anak berkebutuhan khusus dapat belajar bersama dengan anak-anak yang normal, tentunya dengan perlakuan yang berbeda," tutur Prof. Dr. Prayitno, M.Sc, Ed, selaku keynote speaker dalam seminar ‘Penciptaan Suasana Inklusif pada Satuan Pendidikan Formal sebagai Upaya Mendukung Program Pendidikan untuk Semua’ Sabtu (9/10) lalu di Aula Kementerian Agama Sumatera Barat.
Prayitno memaparkan pendidikan inklusif merupakan pendidikan yang menerima dan melayani semua perserta didik dari semua kondisi tanpa kecuali. Dalam pendidikan inklusif tentunya menuntun semua pendidik mampu menguasai kaidah-kaidah keilmuan pendidikan baik teori maupun praktik, menguasai pemahaman, penyikapan, dan pengembangan kondisi umun inklusif. "Menguasai umum bidang bidang kependidikan, pembelajaran, dan kompetensi pengajaran," ungkapnya di depan sekitar 150 peserta, baik dari kalangan mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3, serta para guru SD, SMP, SMA se-Kota Padang dan luar Kota Padang.
Acara yang dimotori oleh Program Doktor Ilmu Pendidikan UNP ini bertujuan untuk menerapkan konsep dan mendapatkan masukan bagi implementasi penyelengaraan pendidikan inklusif. Demikian diungkapkan Drs. Masrun, M.Kes, selaku ketua pelaksana. Hadir juga di sana Prof. Dr. Firman, MS. Kons, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Dra. Ester Edwar, M.Pd, serta Dewi Marza dari SLB Center Payakumbuh sebagai pemateri lainnya. Ibes
Komentar (0)