Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat yang berada dibawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengadakan webinar dengan tema "Perempuan-Perempuan Penjaga Tradisi" melalui platform Zoom Meeting, Selasa (21/9).
Pada kesempatan ini Direktorat KMA ( Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat) menghadirkan 4 orang narasumber GKR Mangkubumi selaku pelestari tradisi Keraton Yogyakarta, Sipon selaku pelestari Batik Klaten, Rosvita Sensiana selaku pelestari Tenun Ikat Sikka, Maumere NTT, dan Rahmi Hidayati sebagai pendiri Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia.
Nindia Putri Prameswari selaku moderator mengatakan acara ini bertujuan agar kita sebagai masyarakat Indonesia dapat mempertahankan kelestarian budaya yang telah diwarisi oleh para leluhur.
"Indonesia adalah rumah bersama yang didalamnya terdapat keberagaman, dan hal tersebut menjadi kebanggaan bagi kita semua, dimana kita juga bertanggung jawab dalam mempertahankan kelestariannya," paparnya.
Sejalan dengan itu, Sjamsul Hadi selaku Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat sangat mengapresiasi kegiatan webinar ini, meskipun berada di tengah pandemi dan dengan protokol kesehatan ketat.
"Walaupun dalam keadaan Pandemi Covid-19 dan protokol kesehatan yang ketat kita tetap semangat dalam beraktifitas dan bermanfaat bagi sesama," ujarnya.
Lebih lanjut, Sjamsul Hadi menyampaikan harapannya agar seluruh anak bangsa wajib ikut serta menjaga dan melestarikan budaya maupun tradisi Indonesia dalam rangka menindak lanjuti UUD nomor 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan.
"Kita bersama-sama perlu melakukan upaya pertahanan budaya dan mari kita berkontribusi terhadap budaya Indonesia baik itu dalam bentuk perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan," ungkapnya.
Komentar (0)