Besarnya jumlah kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh perilaku pengemudi yang tidak fokus dan mengantuk menjadi latar belakang diangkatnya judul Drowtect Vibrating Chairdan Spray Nozzlesebagai pencegah kantuk pada Pengendara Mobil Berbasis Image Processing dengan Algoritma Drowsiness Detectiondalam Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) yang diikuti oleh mahasiswa Teknik Elektro tahun masuk 2018 Abdul Habib Arrasyidi Desky bersama teman-teman timnya.
Abdul menyampaikan kepada reporter Ganto melaluipesanWhatsapp, Selasa (21/9) bahwa produk yang dihasikan bersama rekan timnya ini dapat mendeteksi mata mengantuk pengemudi mobil dan menyemprotkan air pada mata agar pengendara dapat fokus kembali.
"Ketika mata pengendara melemah maka akan ada getaran dari kursi pengendara lalu akan ada semprotan dari depan untuk menyemprot mata supaya pengendara bisa kembali sadar," jelasnya melalui fitur voicenote.
Ia melanjutkan, tujuan diciptakan alat pendeteksi mata mengantuk ini adalah untuk mengurangi resiko kecelakan yang terjadi dalam berlalu lintas.
Selain itu, Abdul menyampaikan bahwa timnya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat. "Kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat kota Padang agar mereka mengenali dan mengetahui fungsi dan manfaat alat ini."
Ia juga menjelaskan bagaimana persiapan timnya dalam mengikuti program PKM dimulai dari Juni lalu setelah dinyatakan lolos pendanaan PKM 2021. "Di awali dengan diskusi tim bersama pembimbing untuk persiapan dan pembagian kerja hingga pembelian alat, perakitan, pemasangan alat pada mobil dan uji coba alat."
Terakhir, Ia menyampaikan harapan supaya alat pendeteksi kantuk ini dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya bagi pengendara roda empat.
"Mudah-mudahan dengan alat ini masyarakat terbantu dan dapat menurunkan resiko kecelakaan akibat sopir yang mengantuk."
Komentar (0)