Museum Sumpah Pemuda mengadakan diskusi daring Tokoh Pers di Balik Sumpah Pemuda dengan tema "Pers Indonesia Sebelum Kemerdekaan" melalui platform Zoom Meeting, Sabtu (18/9).
Dalam sambutannya, Titik Umi Kurniati selaku kepala Museum Sumpah Pemuda menyampaikan harapannya melalui kegiatan ini dapat membentuk karakter generasi penerus bangsa, salah satunya sikap cinta tanah air.
"Sikap dan karakter cinta tanah air bisa dipupuk apabila kita mengenal sejarah bangsa kita sendiri," ujarnya.
Diskusi daring yang dilaksanakan oleh Museum Sumpah Pemuda menghadirkan Muhidin M. Dahlan yang merupakan pendiri @radiobuku dan @warungarsip selaku pemateri.
Dalam materinya mengenai Tokoh di Balik Sumpah Pemuda tentang "Jurnalistik dan Dinamo Pergerakan", Muhidin menjelaskan bahwa terdapat tiga temuan pers sebagai pembenihan ide ke Indoensiaan yaitu pers sebagai teknologi, pers sebagai mimbar organisasi dalam menghela dinamo pergerakkan nasional, dan yang terakhir pers sebagai bagian bisnis informasi yang tidak terikat dengan politik lembaga tertentu.
"Simbol pergerakkan modern ditandai dengan jurnalis. Pergerakkan nasional tidak boleh dipisahkan dengan pers, karena jurnalis adalah kehormatan yang merupakan bagian gagasan ke Indonesiaan," pungkasnya.
Selain itu, Muhidin juga menjelaskan bahwa jurnalistik adalah laboratorium dari ide gagasan.
"Pemimpin pergerakkan adalah jurnalis," tutupnya.
Komentar (0)