Kementerian Sosial Masyarakat (Kemensosmas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Brawijaya (UB) mengadakan webinar bertajuk "76 Tahun Indonesia Merdeka, Untuk Siapa? Upaya Pemenuhan Hak Bagi Anak Jalanan" dengan menghadirkan Dwi Prasetyo, S.Psi. selaku Founder Save Street Child Sidoarjo sebagai salah satu pematerinya melalui platform Zoom Meeting, Jumat (17/9).
Dwi menerangkan dari sisi psikologis terdapat beberapa upaya yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah eksploitasi anak.
Pertama, memahami masa perkembangan kanak-kanak baik dari aspek kognitif, emosi, maupun perilaku.
"Pahami masa kanak-kanak, perkembangan anak, yakni cara mereka berpikir, meregulasi emosi, dan berperilaku. Kalau anak itu tidak bisa di kekang, jangan di kekang," ungkapnya.
Kedua, memahami bahwa psikologis setiap anak berbeda. Sehingga orang tua tidak boleh melabeli anak seperti anak nakal atau anak bodoh. Orang tua mengarahkan anak agar bisa diterima dan mengekspresikan diri dalam masyarakat.
"Salah satunya orang tua tidak boleh membedakan anak seperti anak ini bodoh atau anak ini nakal. Anak diajak untuk mengekspresikan diri di masyarakat," jelasnya.
Ketiga, anak-anak diberikan ruang dan waktu yang cukup untuk tumbuh dan berkembang agar optimal.
"Berikan mereka ruang dan waktu yang cukup untuk tumbuh berkembang dengan optimal. Kita juga salah satu orangtua memperhatikan tahap-tahapnya," pungkasnya.
Komentar (0)