Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek) mengadakan silaturahmi Merdeka Belajar Episode Tujuh dengan mengusung tema "Arah Langkah Guru Penggerak" melalui platform Zoom Meeting dan streaming YouTube, Kamis (16/9).
Praptono Direktur P3GTK Kemdikbudristek sebagai narasumber menyampaikan hal yang melatar belakangi adanya Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) ialah pendidikan menghadapi tiga persoalan mendasar dan tiga kesalahan dalam pendidikan.
"Pendidikan kita menghadapi tiga persoalan mendasar terkait dengan mutu pendidikan kita, yaitu literasi, memerasi, dan karakter. Bahkan Mas Menteri (Nadiem Makarim) berkali-kali mengingatkan kepada kita tiga dosa pendidikan kita, yaitu bullying, intoleransi, dan kekerasan," jelasnya.
Praptono memaparkan lima langkah yang ingin diwujudkan dengan transformasi pendidikan.
"Pertama, mewujudkan guru Indonesia yang bisa melakukan pembelajaran secara holistik. Kedua, kita ingin guru yang bisa menjadi pendamping, mitra diskusi, dan coach bagi guru yang lain. Ketiga, kita ingin ada guru-guru yang menjadi teladan dan target transformasi bagi dunia pendidikan kita. Keempat, Mas Menteri dalam menjalankan kebijakan merdeka belajar, mengeluarkan paket kebijakan. Kelima, pendidikan guru penggerak," paparnya.
PGP Angkatan satu yang sudah berakhir pada 28 Agustus 2021, menandai lahirnya para guru penggerak yang akan menjadi garda terdepan transformasi sistem pendidikan Indonesia. Praptono memaparkan lima karakter unggul yang harus ditanamkan oleh guru.
"Pertama, guru memiliki karakter mandiri. Kedua, guru yang berpihak pada murid. Ketiga, guru yang bisa melaksanakan manajemen pembelajaran yang baik. Keempat, senantiasa melakukan inovasi pengembangan sekolah. kelima, menjaga kode etik," ujarnya.
Praptono berharap agar PGP Angkatan satu untuk jangan pernah berhenti dan tetap terus berkarya dengan mengandalkan lima karakter unggul tersebut.
Komentar (0)