Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengadakan Webinar Diskusi Sastra bertajuk "Bernapas dalam Krisis " dengan mendatangkan Iyut Fitra yang merupakan salah seorang Penyair Indonesia melalui platform Zoom Meeting (17/9).
Dalam sesi materi, Iyut Fitra sebagai pemateri menjelaskan, Sumbar yang dipandang sangat krisis sastra itu merupakan sesuatu yang salah, karena sebagian besar jumlah karya ataupun pensyair yang ada itu berasar dari Sumbar. Dalam lomba sastra, daerah Sumbar lebih banyak mendapat kuota peserta dibandingkan daerah lainnya.
"Bahkan kuota untuk Sumatera Barat sering dibedakan dengan yang lain, seperti daerah lain di minimalkan satu orang peserta sedangkan Sumatera Barat diminimalkan untuk mengirim dua orang peserta," jelasnya.
Lebih lanjut, Iyut mengatakan bahwa setiap tahunnya ada karya sastra yang lahir.
"Banyak karya sastra yang lahir dan muncul setiap tahun nya baik itu cerpen, naskah drama, puisi dan karya sastra lainnya yang berasal dari Sumatera Barat, dan hanya saja banyak yang tidak tahu mengenai perkembangan yang ada di dalam sastra itu", jelasnya.
Iyut menjelaskan bahwa ada penyebab terabaikannya buku dan karya sastra.
"Sebab terabaikannya buku dan karya-karya sastra yang ada karena jumlah karya tidak seimbang dengan jumlah kritikus yang ada, sehingga seolah karya sastra yang ada itu menjadi terabaikan begitu saja," ujarnya
Di dalam Webinar Diskusi Sasra, Iyut Fitrah menyimpulkan bahwaSumbar tidaklah krisis sastra.
"Saya sangat tidak setuju bahwa Sumatera Barat dipandang Krisis Sastra," pungkasnya.
Komentar (0)