Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kualitas Ask a Librarian (Layanan Tanya Pustakawan) sebagai Perwujudan Layanan Referensi Virtual bersama Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi (ISIPII) dalam rangka Hari Kunjungan Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 2021.
Kegiatan ini menghadirkan Kandidat Doktor Universitas Tsukuba Jepang, Ari Nugraha dan Pustakawan Referensi Universitas Indonesia Kalarensi Naibaho, yang dilakukan melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube Perpustakaan Nasional RI, Kamis (16/9).
Ari menjelaskan bahwa Jepang tidak mempunyai perpustakaan nasional.
"Jepang itu kiblatnya ke negara Paman Sam, Jadi mereka tidak punya National Library tapi National Diet Library, diet itu kan kongresnya Jepang," ujarnya.
Lebih lanjut, Ari juga menjelaskan tentang pustakawan yang memenuhi permintaan pemustaka menggunakan sumber-sumber tidak resmi.
"Kalau pustakwan sudah mulai menggunakan sumber yang tidak bisa dikatakan misalnya illegal, sepertinya promote untuk hal seperti itu, mungkin jangan-jangan kita secara langsung promote plagiarism, jadi hat-hati juga kalau kita yakin bahwa oh saya tidak bisa memberikan sumber ini, sebaiknya jangan diberikan," jelasnya.
Selain itu, dalam materinya Clara menjelaskan best practice di Universitas Indonesia (UI).
"Inti dari sebuah perpustakaan pasti dilayanannya, jadi layanan referensi itu adalah salah satu jenis layanan di perpustakaan UI," jelasnya.
Selanjutnya, Clara menjelaskan tentang bagaimana cara mengubah persepsi seseorang bahwa perpustakaan dari gudang buku ke gudang ilmu.
"Persepsi itu muncul karena apa yang kita sediakan dan kita lakukan, jadi kalau dari sisi pustakawan ajakan saya simple, maka tunjukanlah bahwa kita itu tidak hanya gudang buku tapi juga gudang ilmu," ujarnya.
Terakhir, Clara mengatakan google bisa memberikan 100.000 jawaban tapi pustakawan hanya memberikan satu jawaban yang paling tepat.
Komentar (0)