Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Pertambangan dan Energi ke-76, Direktorat Jendral Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) melaksanakan webinar Minerba Series edisi kedua dengan tema, "Mineral for Renewable Energy (Green/ Clean Energy)," melalui platform Zoom Meeting dan live streaming YouTube, Selasa (14/9).
Dr. Ir. Ridwan Djamaluddin, selaku Ditjen Minerba KESDM mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk mendorong semangat pertumbuhan dan perkembangan industri Indonesia menjadi ramah lingkungan. Ia mengatakan, Indonesia juga turut berkomitmen dalam pengembangan energi bersih yang ditandatangani di Paris, Prancis.
"Indonesia memegang komitmen kuat terhadap pengembangan energi bersih dengan ikut menandatangani Paris Agreement dan turut meratifikasinya. Sehingga Indonesia memiliki tanggung jawab moral terhadap komunitas global, termasuk pada industri Mineral dan Batubara (Minerba)," ujarnya.
Ridwan juga menegaskan bahwa industri minerba kini tengah menuju arah untuk menjadi industri energi yang bersih dan ramah lingkungan. Terlebih Indonesia memiliki jenis-jenis mineral kritis dan Logam Tanah Jarang (LTJ) yang dapat dikembangkan.
Mineral- mineral tersebut nantinya akan digunakan dalam banyak komponen dan industri. Di antaranya untuk infrastruktur, trasnportasi publik, industri baterai, serta membangun infrastruktur energi baru dan terbarukan lainnya. Maka dari itu, diperlukan eksplorasi masif di tengah tantangan geografis yang dimiliki Indonesia, lanjut Ridwan.
"Kita akan mendorong eksplorasi yang lebih masif untuk mendapatkan sumber-sumber bahan baku yang lebih baik, yang secara teoritik ada di Indonesia."
Lebih lanjut, Ia mengatakan untuk mengekplorasi sumber-sumber mineral tersebut tidak bisa seperti negara lain, pendalaman konfigurasi perlu dilakukan.
"Namun tantangan kita, sebagaimana saat kita mengekplorasi sumber-sumber mineral yang lain, dengan konfigurasi geologi di Indonesia, eksplorasi kita tidak bisa sepenuhnya meniru apa yang dilakukan oleh negara lain, sehingga kita belum melakukan pendalaman yang sesuai dengan konfigurasi Indonesia," jelasnya.
Komentar (0)