Lembaga Pers Mahasiswa Kognisia mengadakan webinar nasional dengan mengangkat tema "Peran Media Massa dalam Menangani Kasus Kekerasan Seksual" melalui aplikasi Zoom Meeting, Minggu (12/9).
Citra Maudya Mahanani selaku Penulis Laporan Kasus Kekerasan Seksual "Agni" menyampaikan ada empat hal yang harus diperhatikan dalam menangani kasus kekerasan seksual di antaranya.
Pertama dalam kilas balik liputan Agni. Ia mengatakan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk proses peliputan serta konsekuensi yang muncul setelah keluarnya laporan tersebut.
"Dalam meliput kami membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 1 tahun, terjadi banyak kesalahan, pendukung yang kurang serta banyaknya konsekuensi yang bermunculan," ujarnya.
Kedua, mau bantu atau bikin buntu. Dalam hal ini ada tiga hal penting yang dapat diperhatikan mulai dari posisi atau sikap media yang digunakan, peradilan yang akan dilakukan untuk siapa dan keberadaan pers mahasiswa atau pers komunikasi yang dapat dijadikan sebagai alternatif.
"Menjadi seorang wartawan harus memperhatikan tiga hal yakni posisi dan sikap media, adil untuk siapa, dan pentingnya sebuah alternatif," jelasnya.
Ketiga, meliput kekerasan seksual. Kekerasan seksual adalah sebuah isu sosial yang perlu dilakukan sekaligus sulit untuk dilaporkan dalam media. Media dapat digunakan untuk membantu menciptakan pemahaman yang lebih baik mengenai sikap publik yang tidak dapat di toleran seperti kekerasan seksual ini.
"Menjadi seorang wartawan tidaklah mudah, biasanya kami akan mengetahui terlebih dahulu kasus apa yang akan kami usut, misalnya mengetahui pengertian dari kasus yang akan kami angkat," tegasnya.
Keempat, apa yang masih sering luput, maksudnya seorang wartawan harus mengejar dan menindaklanjuti cerita yang mengeksplorasi konsekuensi kekerasan seksual bagi mereka yang mengalaminya atau pun keluarga mereka.
"Dalam dunia jurnalistik tidak pernah yang namanya lupa akan hal mengeksplorasi konsekuensi kekerasan seksual yang akan terjadi baik itu bagi korban maupun bagi keluarga korban dalam kehidupan sehari-hari," tutupnya.
Komentar (0)