Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia (RI) memberikan penghargaan kepada para penulis dan produsen karya rekam audio Indonesia pada acara Pekan Penghargaan Tahun 2021 melalui platform Zoom Meetingdan live streaming YouTube, Jumat (10/9).
Acara ini diadakan dalam rangka menindak lanjuti mandat UU No. 13 Tahun 2018 tentang serah simpan karya cetak dan karya rekam.
Dalam kegiatan ini, perpusnas memberikan penghargaan kepada 36 buku terbaik yang terdiri dari enam subjek yaitu subjek agribisnis, Covid-19, investasi, media sosial, pantun Indonesia, dan pembelajaran jarak jauh, dan karya rekam audio terbaik sebanyak lima musisi dengan tema Musik Tradisional Indonesia.
"Kegiatan ini bertujuan untuk meberikan dorongan dan motivasi kepada wajib serah baik karya cetak ataupun karya rekam, untuk aktif dan tertib dalam memenuhi kewajibannya sesuai dengan mandat UU No. 13 Tahun 2018 dan turut serta mensosialisasikannya kepada masyarakat," ungkap Dra. Ofy Sofiana, M. Hum, selaku Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi.
Para pemenang dalam kategori buku terbaik diantaranya subjek agribisnis Cahyo Saparinto dan Fajar Junia dengan judul "Kupas Tuntas Budidaya Belut". Subjek Covid-19 Dr. Jaka Pradita dan Dr. Ahamd Muslim Nazaruddin dengan karyanya yang berjudul "Anti Panik! Buku Panduan Virus Corona", dan subjek investasi "Who Wants to be a Smart Investor" karya Lukas Setia Atmaja.
Buku berjudul "Implementasi Social Presence dalam Bimbingan Online-dalam Konteks Perspektif Komunikasi Personal, Interpersonal dan Impersonal" meraih terbaik pertama dalam subyek pembelajaran jarak jauh. Subjek pantun Indonesia terbaik diraih oleh Achmad Fachrodji dengan judul "Semakin Santun karena Berpantun". Dan subjek media sosial dengan judul "Menggali Pundi-Pundi Lewat Trend Sosial media" karya Astrid Safitri.
Sementara untuk rekam audio terbaik diraih penyanyi Bram Titaley dengan lagu "Keroncong Telemoyo". Kontributor Sambasunda dengan "Kembang Gadung" dari Jawa Barat. Kontributor Central Kalimantan art Delegation dengan judul "Tari Potoka Ponyang". Serta "Si Mulih Karaben dengan pencipta Diaga Depari dan penyanyi Sri Malem Br. Bangun. Dan pencipta Jamhari dengan judul "Terra' Pajjer, Poteh Temor" dari Jawa Timur.
Komentar (0)