Mercury Talk mengadakan acara talk show bertajuk "Mercury Talk: Musuh dalam Selimut" dengan mendatangkan Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Rosa Vivien Ratnawati, secara virtual melalui platform Zoom Meeting, Kamis (9/9).
Dalam materinya, Rosa mengatakan bahwa ada target pemerintah yang ingin dicapai berdasarkan peraturan presiden yang terdapat faktur.
"Faktur seperti alat kesehatan ada di energi dan di penambangan emas kecil. Di kesehatan memiliki target penarikan alat kesehatan yang mengandung merkuri tahun ini," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa merkuri merupakan bahan yang tidak bisa dimusnahkan.
"Ketika merkuri ditarik problem, yang terjadi adalah cara pengolahannya. Setelah ditarik, merkuri akan di ekspor ke Jepang karena di sana masih menerima dan akan mengolahnya kembali. Satu hal yang menjadi alasan di ekspor ke Jepang adalah merkuri adalah bahan yang tidak bisa dimusnahkan," jelasnya.
Rosa juga menjelaskan bahwa adanya mandat dari pemerintah terkait pemusnahan merkuri.
"Yang jelas dengan peraturan presiden tentang mandat pengurangan dan penghapusan merkuri dan daerah-daerah diminta membuat aksi daerah untuk pengurangan dan penghapusan merkuri, terutama di pertambangan," paparnya.
Komentar (0)