Dalam rangka memperingati ulang tahun yang ke-5, Prosehat yang merupakan salah satu provider kesehatan terbaik di Indonesia mengadakan webinar bertajuk " Basmi Hoax Covid-19, Yuk #MerdekaDariPandemi!" bersama narasumberDonny B.U.S.T, M.Si.selaku Tenaga AhliKementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo)BidangTata Kelola dan Budaya Digital melalui live Youtube Asisten Maya Prosehat, Kamis (9/9).
Dalam pemaparan materi, Donny menyampaikan bahwa masyarakatsaat ini lebih banyak mendapatkan informasi di media sosial yaitu WhatsApp, Twitter, Instagram,Google, dan lain-lain. Media sosial juga menjadi perantara bagi masyarakat dalam mencari info tentang Covid-19.
"Media sosial adalah sarana paling tinggi tempat hoax bersebaran, mereka yang tidak patuh terhadap prokes, tidak mau di vaksin dan tidak memakai masker adalah mereka yang termakanhoax,"ujarnya.
Selanjutnya, Ia menyampaikan data Kominfo saat ini tak kurang dari 1895 hoax lokal (berbahasa Indonesia) sejak awal Januari hingga September 2021 (391 diantaranya tentang vaksin). Jika dirata –ratakan, ada pertumbuhan kurang lebihempatsampai dengan lima hoax baru per hari yang beredar.
"Hoax itu kalo di diamkan selama 24 jam akan mencapai kedalaman level 10, dengan kata lain bahwa penyebaran hoax 10 kali lebih cepat dari pada klarifikasinya,"jelasnya.
Lebih lanjut, Ia menyampaikan alasan masyarakat percaya dengan hoax rata –rata itu dari bisikan tetangga, tidak mencari tahu sumber lain, dan terlalu mudah percaya dengan sumber informasi yang ada. Resiko dari hoax ini dapat berakibat pada permusuhan, perselisihan, tidak percaya pada aparat setempat, bahkan berujung pada tidak percayaan terhadap Covid-19 sehingga masyarakat tidak mau menjalankan prokes yang ada.
"Hoax tidak lagi bisa dianggap hal yang remeh, karena persoalan ini sudah berakibat pada kasus yang bahkan bisa merenggut nyawa seseorang,maka dari itu kita perlu berpikir kritis dari setiap informasi yang didapat,"tutupnya.
Komentar (0)