Komunitas Erlass Prokreatif Indonesia mengadakan webinar bertajuk "Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif: Implementasi Merdeka Belajar di Masa Pandemi" dengan menghadirkan Florentina Atik P., M. Pd., selaku Trainer Pemateri Pendidikan Inklusif, Prkatis Pendidikan Inklusif, melalui platform Zoom Meeting, Kamis (9/9).
Dalam Materinya, Atik mengatakan bahwa pendidikan inklusif adalah sistem pendidikan yang diselenggarakan dengan cara meniadakan hambatan yang dapat disebabkan perbedaan bangsa, bahasa, budaya, agama, kepercayaan, status sosial ekonomi, status kesehatan, keadaan fisik, dan mental untuk meningkatkan potensi peserta didik sesuai kemampuannya.
"Tujuan agar potensi akademik dan sosial dari masing-masing peserta didik dapat berkembang sesuai dengan kemampuan mereka," ujarnya.
Atik juga mengatakan pendidikan inklusif tidak hanya untuk anak berkebutuhan khusus tetapi hak seluruh anak.
"Keberadaan anak sangat beragam sehingga dibutuhkan sebuah sistem layanan yang mengakomodir keberagaman anak, kebijakan dan dukungan berbagai pihak sangat diperlukan agar anak dapat memperoleh haknya," ujarnya.
Selain itu, Atik menjelaskan beberapa karakteristik pendidikan inklusif yaitu fleksibel, tidak diskriminatif, partisipatif, adaptif, kerjasama, dekat dengan wilayah tinggal, dan menyenangkan.
"Hendaknya seorang guru memahami betul tentang berbagai karakteristik pendidikan inklusif tersebut," tuturnya.
Ia juga menambahkan, keberagaman kemampuan dalam diri diantaranya linguistik, matematika, visual, kinestetik, naturalis, eksistensial, dan intrapersonal.
"Intrapersonal yaitu anak yang sering jadi panitia dalam sebuah acara, interpersonal mampu mengatur diri dalam segala hal dan yang terakhir musik, siswa yang memiliki minat di bidang musik," tambahnya.
Terakhir, Atik mengatakan bahwa pendidikan inklusif diperuntukkan bagi seluruh anak.
"Perlu diingat lagi bahwa pendidikan inklusif bukan untuk anak-anak berkebutuhan khusus akan tetapi untuk seluruh anak-anak," tutupnya.
Komentar (0)