Komunitas Erlass mengadakan webinar dengan tema "Anak Korban Bullying: Bagaimana Seharusnya Guru dan Orang Tua Memberikan Respon?" melalui platform Zoom Meeting, Selasa (7/9).
Komunitas Erlass mendatangkan Akiko Lahitani, S.Tr.Sos., M.Sc. sebagai pemateri dalam acara ini.
Dalam pemaparan materinya, Akiko menjelaskan tentang bagaimana seharusnya guru dan orang tua memberikan tanggapan terhadap anak korban bullying.
"Bullying merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau bertujuan untuk menyakiti dan perbuatan ini dilakukan secara terus menerus," paparnya.
Akiko juga menjelaskan tentang bagaimana cara membedakan bullying dengan perpeloncoan dan kekejaman.
"Perpeloncoan adalah bagian dari inisiasi korban ke dalam kelompok, sebuah kekejaman yang tidak melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan. Sementara kekejaman adalah sebuah tindakan yang melibatkan perilaku menyakitkan antara orang-orang yang sederajat, dalam kehidupan sosial dan budaya," jelasnya.
Selain itu, Ia juga menjelaskan tentang beberapa jenis perundungan dan hal-hal apa saja yang bisa dikategorikan sebagai tindak bullying.
"Untuk bullying sendiri, terdapat beberapa jenis yaitu bullying fisik adalah tindakan memukul, menendang dan sebagainya, bullying verbal adalah tindakan mengolok-olok, mengejek, memberikan julukan yang tidak disukai dan lain sebagainya, bullying relasional adalah tindakan menghambat seseorang untuk berhubungan dengan orang lain, misalnya seperti menyebarkan gosip, membocorkan rahasia, menjauhkan seseorang karena latar belakang SARA, dan yang terakhir yaitu cyberbullying, adalah tindakan perundungan dunia maya dengan menggunakan teknologi digital," tuturnya.
Sebagai penutup, Akiko berpesan agar seluruh peserta webinar dapat menjaga orang terdekatnya agar tidak menjadi korban dan pelaku bullying.
"Anak-anak yang menjadi korban bullying akan lebih mudah merasa malu, bersalah, dan tersakiti secara fisik dan emosional, merasa berbeda dengan teman-temannya yang lain, dan merasa rendah diri atau tidak berarti. Hendaknya kita menjaga keluarga atau orang terdekat dari perilaku bullying yang berakibat fatal pada korban," tutupnya.
Komentar (0)