Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir (KASUM) menggelar nonton bareng dan diskusi film "Seandainya Karya Diva Suukyi Larasati Kiri Hijau Kanan Merah Karya Watchdoc" dalam rangka memperingati dibunuhnya pembela HAM Munir Said Thalib 17 tahun lalu via platform Zoom, Sabtu (4/9).
Dilansir dari suara.com, Munir Said Thalib adalah seorang aktivis HAM yang lahir di Malang, Jawa Timur pada tanggal 8 Desember 1965. Namun di usia 38 tahun Munir meninggal dunia, tepatnya tanggal 06 September 2004 pukul 21.55 malam WIB. Munir dibunuh dengan cara diracuni dalam penerbangan dari Jakarta menuju Amsterdam.
Peringatan terbunuhnya pembela HAM Munir Said Thalib merupakan salah satu kegiatan yang diadakan untuk melihat dan menggali kembali tentang kasus Munir, dan mencari kebenaran tentang siapa dalang utama dibalik kasus Munir.
Diva Suukyi Larasati anak dari Alm Munir Said Thalib menyampaikan bahwa bahwa film merupakan caranya dan keluarga untuk menyuarakan perasaannya.
"Pertama kami merasa penting menyuarakan perasaan kami, setelahnya ibu kami menyarankan untuk speakup akan perasaan kami. Akhirnya kami membuat film animasi untuk mengungkapkan perasaan kami," tuturnya.
Diva juga menyampaikan bahwa ia dan keluarga akan membuat film animasi yang akan dipublikasikan di Youtube di tahun 2022 nanti.
"Saya dan Abang saya juga akan membuat Youtube dan membuat film animasi di 2022 terkait sudut pandang keluarga dan semua yang kehilangan Abah," tutupnya.
Komentar (0)