Indonesia International Education Foundation (IIEF) bersama Kampus Merdeka menyelenggarakan Talk Show bertajuk "Kampus Merdeka Mencetak Insan Siap Kerja: Siapkah Kita?" melalui platform Zoom Meeting dan live streaming YouTube, Jumat (3/9).
Talk Show ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanami, MS., yang menjabat sebagai Rektor Universitas Brawijaya dari pihak perguruan tinggi dan Danang Girindrawardana, SIP, MAP., selaku Direktur Eksekutif APINDO dari pihak industri sebagai pembicara dalam acara ini.
Danang menjelaskan bahwa perlu adanya diskusi antara pemimpin perguruan tinggi dengan direktur perusahaan terkait program pemagangan Kampus Merdeka. Hal ini bertujuan untuk mempermudah kegiatan mahasiswa selama mengikuti proses pemagangan ini.
"Pak rektor punya mahasiswa dan kurikulum seperti apa. Nah, nanti dunia industri membutuhkan siswa dengan kecakapan dan skill yang seperti ini. Kalau sudah berjodoh antara akademisi dan industri, maka mahasiswa akan lebih mudah mengikuti proses dinamika pemagangan," terangnya.
Lebih lanjut Nuhfil menyarankan untuk implementasi pemagangan Kampus Merdeka kedepannya tidak harus ke industri menengah besar. Pemangangan yang dilaksanakan di UKM lebih mampu mengasah skill mahasiswa dalam mempersiapkan diri ke dalam dunia kerja.
"Karena proses mahasiswa masih belajar, saya khawatir nanti magang di situ dia jadi buruh, jadi pegawai. Jika mahasiswa magang di UKM, ia bisa mereplikasi UKM nya untuk bisa bekerja sendiri." jelasnya.
Selaras dengan itu, Danang juga menjelaskan bahwa pemagangan lebih bermanfaat bagi mahasiswa di industri kecil dan menengah dibandingkan di korporasi besar. Hal ini disebabkan karena di industri level kecil dan menengah, mahasiswa akan bisa menerapkan inovasi, melihat proses pembukuan, menyusun SOP, mengomunikasikan rewardand punishment, serta menjalankan strategi marketing.
Komentar (0)