Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Negeri Padang (UNP), mengadakan Webinar Kebudayaan mengusung tema "Kupas Tuntas Peran Masyarakat Minangkabau dalam Kemerdekaan Indonesia" dengan menghadirkan Hasril Chaniago selaku ketua badan pengurus yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau (PKM), melalui platform Zoom Meeting, Senin (30/8).
Yusuf Avicena selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan BEM KM UNP mengatakan webinar ini bertujuan untuk mengenang jasa para pejuang Minangkabau yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
"Tujuan mengangkat webinar ini ialah untuk mengingat lagi jasa dari pejuang-pejuang Minangkabau yang mana itu sudah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia," ujarnya.
Selainjutnya, Presiden Mahasiswa BEM KM UNP kali ini digantikan oleh Sekretaris Jenderal BEM KM UNP Amri Ramadhan juga hadir memberikan sambutan sekaligus membuka resmi acara Webinar Kebudayaan.
Dalam sambutannya, Amri berharap agar peserta dapat fokus mendengarkan webinar Kebudayaan ini.
"Karena acara kita ini online, peserta dapat mengaktifkan kamera. Tapi, kita semua dapat fokus mendengarkan webinar ini, ataupun pengalaman-pengalaman yang akan diberikan oleh beliau," ujarnya.
Dalam materinya, Hasril menjelaskan mengenai orang-orang muda saat memperjuangkan kemerdekaan.
"Usaha perjuangan kemerdekaan itu sebenarnya usaha perubahan. Perubahan itu digerakkan oleh orang-orang muda. Jadi, anak muda itu mulai menggerakan perubahan ke arah Indonesia merdeka," jelasnya.
Selain itu, Hasril menyampaikan dua ciri penting orang Minang, yaitu orang Minang itu anti parokialisme dan kosmopolitan. Kemudian, orang minang itu haus akan ilmu dan lapar akan kemajuan.
"Pertama, orang Minang itu anti parokialisme dan kosmopolitan. Artinya dia berpandangan luas kemudian alamnya lebar. Minangkabau itu sebenarnya kalo kita pelajari tidak pernah menjadi wilayah geografis. Tapi, suatu paham atau ajaran yang menyebar kemana-mana. Kenapa orang Minang itu punya kemampuan menyesuaikan diri. Kedua, orang Minang itu haus akan ilmu dan lapar akan kemajuan," paparnya.
Lebih lanjut, Hasril berharap generasi sekarang dapat meniru mindset para pejuang kemerdekaan terdahulu.
"Cara berpikirnya, cara bersikapnya, cara berperilaku itu kita tirulah pejuang-pejuang kita terdahulu. Mereka lebih banyak memikirkan masyarakatnya, bangsanya, negerinya, tanah airnya daripada memikirkan kepentingan sendiri. mudah-mudahan nanti 10 tahun lagi muncul generasi baru yang membuat Indonesia berubah," pungkasnya
Komentar (0)