Airlangga Nursing Journalist (ANJ) Universitas Airlangga mengadakan webinarUnlimited Creativity as A Writerdengan tema "Tips and Trick to Create Your Own Article" melalui platform Zoom Meeting, Minggu (29/8).
Dalam sambutannya, Dr. Esty selaku Wakil Dekan 3 fakultas keperawatan Universitas Airlangga menyampaikan bahwa narasumber pada webinar ini sangat berkompeten, jadi akan banyak ilmu yang bermanfaat yang akan disampaikan.
"Narasumber kita sangat berkompeten dibidang editor, jadi ilmunya akan sangat berguna untuk mengembangkan kemampuan kita," ujarnya.
Webinar ini menghadirkan Endri Kurniawati selaku editor Tempo sebagai pemateri. Dalam materi yang disampaikannya, Endri mengatakan untuk menjadi seorang editor tidak mudah.
"Menjadi editor tidak mudah, kita harus memiliki banyak pengetahuan seputar kepenulisan, kita juga harus memperkaya diksi dengan rajin membaca," ujarnya.
Endri mengatakan, dalam sebuah paragraf pilihlah jenis kata yang berbeda agar tidak monoton.
"Jangan pakai kata-kata yang sama dalam sebuah kalimat atau paragraf karena itu bisa membuat pembaca cepat bosan," pungkasnya.
Lebih lanjut, Endri mengatakan editor tidak boleh abai dengan tanda baca. Setiap editor harus paham penggunaan tanda baca yang benar dan tepat. Endri juga mengatakan beberapa hal yang harus diperhatikan saat menulis antara lain hindari pemborosan kata dan prinsip yang penting menulis banyak.
"Sebagian orang memiliki prinsip yang penting menulis banyak, padahal itu salah, yang benar itu bukan menulis banyak tapi menulis efektif. Jadi lebih baik menghindari pemborosan kata," paparnya.
Selain itu Endri juga menyampaikan sebaiknya saat menulis kita kurangi pemakaian bahasa asing dengan cara mencari padanannya dalam bahasa Indonesia.
"Kalau kita ketemu bahasa asing saat menulis, sebainya kita cari padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Kita bisa mencari padanan kata tersebut dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)," ujarnya.
Sejalan dengan itu, Endri mengatakan seorang editor harus memastikan tulisan sesuai dengan kaidahnya,leadmemikat, kutipannya cukup, tidak ada bagian yang berulang, paragraf saling berkaitan, dan akurat.
"Akurasi itu adalah mahkota penulis, jadi jangan sampai keliru dalam menulis," tutupnya.
Komentar (0)