Asosiasi Yayasan Pendidikan Islam (AYPI) mengadakan webinar dengan teman "Peran Pendidikan Islam dalam Membangun Jati Diri Bangsa yang Merdeka dan Mandiri" secara virtual melalui platform Zoom Meeting , Sabtu (28/8).
Webinar ini menghadirkan Sepuluh pembicara yang berasal dari berbagai negara di ASEAN. Salah satu pematerinya yaitu Prof. Fasli Jalal, P.h.D., selaku Rektor Universitas Yarsi sekaligus Ketua Dewan Penasehat AYPI menjelaskan tentang akhlak mulia yang menjadi dasar, bisa atau tidaknya ijtihad dalam Islam melahirkan pendidikan yang mendorong Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan peranan guru dalam mencapai akhlak mulia dan melahirkan pendidikan yang memiliki HOTS.
"Saya akan membagi paparan ke Tiga hal. Pertama adalah bagaimana akhlak mulia hendaknya menjadi dasar. Kedua, Islam yang selalu melakukan ijtihad bisakah melahirkan pendidikan yang mendorong kepada HOTS. Dan yang ketiga, pentingnya peran guru di dalam mencapai Dua tujuan tersebut," jelasnya.
Terakhir, Fasli juga memberikan tawaran agar kampus-kampus Islam bekerjasama dengan memberikan beasiswa kepada siswa-siswa tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan berlanjut ke tingkat perguruan tinggi untuk belajar di negara pilihan lingkup ASEAN.
"Saya menawarkan dan tertarik dengan Pak Hosen dari Kamboja. Bagaimana kalau kita mulai berikan beasiswa kepada teman-teman kita dari Kamboja, Thailand, Malaysia yang mau ke Indonesia? Bisa kita mulai di kelas SLTA dulu. Apakah setahun atau Dua tahun, atau Tiga tahun? Supaya bahasanya sudah cocok, kemudian nanti kita beri dia beasiswa perguruan tinggi. Yarsi siap untuk memberikan beberapa puluh beasiswa dari negara-negara tetangga," ujarnya.
Komentar (0)