Editor juga sama seperti pembaca, ia pasti mencari naskah pembuka yang menarik sehingga membuat pembaca penasaran. Itu lah yang disampaikan Dhewiberta selaku Editor Bentang Pustaka sekaligus pemateri pada webinar yang diadakan Komunitas Rakata, melalui platfrom Zoom Meeting, Jumat (27/8).
Dalam materinya tentang "Memikat Mata Editor dan Pembaca" Dhewi menjelaskan bahwa menulis cerpen itu suatu hal yang cukup menantang. Hal ini dikarenakan ruang di dalam menulis cerpen itu terbatas.
"Kita harus tahu bagaimana cara mengemas ide agar bisa dibahas dalam ruang yang lebih kecil," jelasnya.
Lebih lanjut, Dhewi menjelaskan bahwa saat membaca cerpen kita pasti mencari pembuka yang menarik. Editor juga sama seperti pembaca, ia pasti mencari naskah pembuka yang menarik sehingga membuat pembaca penasaran.
"Kita harus bisa memunculkan paragraf yang kuat, seperti menampilkan tokoh yang unik di paragraf pertama atau membuat adegan yang kuat," ungkapnya.
Dhewi menambahkan, bila ingin menerbitkan cerpen munculkanlah sebuah benang merah karena akan mengandung ketertarikan dari penerbit. Tidak hanya itu, penulis perlu membuat judul yang menarik agar penerbit tertarik untuk meliriknya.
"Saat mengirimkan cerpen, kirimlah pengantar yang memadai. Tunjukkan sisi menarik dalam penulisan cerpen yang dimiliki," tutupnya.
Komentar (0)