Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Nasional melaksanakan Diskusi Advokasi Pers Mahasiswa dengan tema "Pers Mahasiswa: Lagi-Lagi Kena Represi" melaui platform Zoom Meeting, Kamis (26/8).
Adil Al-Hasan selaku Pemimpin Redaksi Poros Universitas Ahmad Dahlan sekaligus narasumber pada diskusi ini menyampaikan bahwa keadaan kampus yang sekarang hendaknya mengedepankan demokrasi, kebebasan berekspresi dan juga kritik, bukan malah memaksa mahasiswa untuk membeli buku dan mengaitkannya dengan pemerolehan nilai pada saat perkuliahan.
"Lagi-lagi memaksa bahwa kalau mahasiswa tidak membeli buku itu bakal mendapatkan nilai -B, C bahkan D, " ujarnya.
Selain itu, Adil juga melakukan sebuah perbincangan dengan Lembaga Pengembangan dan Studi Islam (LPSI) mengenai kebenaran atau tidaknya persoalan yang berhubungan dengan pemaksaan pembelian buku tersebut. LPSI berbicara secara tegas bahwa kejadian yang berhubungan dengan pembelian buku tersebut sudah selesai dibicarakan dengan baik-baik.
"Bahwa itu tidak benar dan persoalan itu sudah dikonfirmasi dan diklarifikasi oleh Kepala Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi," jelasnya.
Selain itu, Adil juga mengetahui pembicaraan antara LPSI dan Kepala Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi yang ia dapatkan melalui grup WhatsApp dari seorang siswa yang ada di universitas Ahmad Dahlan .
"Lembaga Pengembangan dan Studi Islam tidak pernah mewajibkan membeli buku dan berpengaruh pada nilai dan apabila dosen berbicara seperti itu bersifat anjuran bukan kewajiban," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa berita yang sudah terlanjur diterbitkan oleh Poros harus ditake downbukan karena pemberitaan yang salah atau melanggar kode etik. Tapi, kami menghargai narasumber.
Komentar (0)