Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) mengadakan seminar silaturahmi merdeka belajar episode empat dengan tema "Menjaga Nyala Api Prestasi di Masa Pandemi" melalui platform Zoom Meeting dan live streaming YouTube, kamis (26/8).
Webinar ini menghadirkan tiga orang narasumber, yakni Asep Sukmayadi, S.IP.,M.Si., selaku Plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek, Noor Naila Imtinan Himam selaku Juara Tiga Special Awarde American (ISEF 2021) dan Juara Satu Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KOPSI) 2020, dan Nathaniel Teopilus, Pemenang Medali Perunggu International Biology Olympiad (IBO) Kompetensi Sains Nasional (KSN) 2020.
Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB) merupakan diskusi mingguan Kemendikbudristek dalam format webinar yang menjadi wadah publik untuk membahas secara lebih dalam mengenai terobosan merdeka belajar.
Rizka Alfiana Imawati selaku moderator mengatakan bahwa webinar kali ini merupakan episode keempat dan akan terus berlanjut tiap minggunya.
"Ini merupakan pertemuan keempat kita, dan Insya Allah acara ini akan kita adakan tiap minggunya," ujarnya.
Di awal acara, Asep Sukmayadi selaku ketua Puspresnas menuturkan bahwa defenisi prestasi menurut Puspresnas bukanlah disaat kita menjadi pemenang suatu lomba, tetapi prestasi yang sebenarnya adalah ketika seseorang mampu memberikan manfaat yang baik bagi orang disekitarnya.
"Puspresnas sebenarnya memiliki definisi prestasi tersendiri, puspresnas menyebut bahwa prestasi yakni puncak capaian potensi yang memberikan dampak positif terhadap peran kemanfaatan baik bagi diri sendiri, orang tua, bangsa dan negara," tuturnya.
Asep juga mengatakan, walaupun dimasa pandemi namun tidak menyurutkan semangat untuk memperoleh prestasi.
"Nyala api prestasi masih sangat membara, hal ini terlihat dari capaian 53 prestasi internasional yang kita peroleh ditahun 2021 ini, meskipun dalam masa pandemi," tambah Asep.
Disamping itu, Naila dan Nathaniel berbagi pengalaman mereka saat mengikuti ajang perlombaan yang dilaksanakan secara online.
Naila menjelaskan, banyak tantangan yang mereka hadapi saat melakukan penelitian dan eksperimen secara virtual, ditambah lagi saat itu Jakarta sedang diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sehingga, pergerakan untuk memperoleh data langsung dari lapangan menjadi terbatas dan hasilnya juga harus dipresentasikan secara virtual
Komentar (0)