ganto.web.id-Unit Kegiatan Mahasiswa Pengenalan Hukum dan Politik (UKM PHP) Universitas Andalas menggelar mimbar bebas, Rabu (12/9) di area terbuka di depan Fakultas Ilmu Budaya. Acara yang dimulai pukul 12 siang itu diisi dengan orasi dari berbagai mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasinya. Salah seorang orator menyuarakan: "Korupsi lebih parah dari prostitusi. Sekarang adalah waktu bagi mahasiswa UNAND untuk mengawal kasus korupsi di kampus ini. Bagi mahasiswa yang masih pergi kuliah dengan angkot bahkan jalan kaki, pertanyakan kembali kemana perginya iuran bus kampus yang ditunaikan tiap semester tersebut".
Ketua Umum PHP, Candra Feri Caniago, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk melakukan pencerdasan sederhana kepada mahasiswa UNAND bahwasanya dunia pendidikan sudah diracuni oleh kasus korupsi, terutama UNAND sendiri. "Berdasarkan survei, sekitar 20 % dari dana kampus UNAND menjadi dana gelap yang tidak tahu kemana perginya", ungkap mahasiswa hukum itu, Rabu (12/9).
Acara yang mewadahi berbagai aspirasi mahasiswa ini hanya dihadiri segelintir mahasiswa saja, jika dibandingkan dengan mahasiswa UNAND yang berjumlah puluhan ribu. Candra sendiri tidak menyayangkan hal ini, karena memang pada kenyataannya banyak mahasiswa yang "dicetak" hanya untuk kebutuhan pasar, sehingga banyak dari mereka yang tidak peduli dengan permasalahan-permasalahan sosial terutama masalah kampus.
Berbeda dengan Candra, Berlian, Mahasiswa Hukum 2011 mengaku sangat menyayangkan sikap apatis mahasiswa. Berlian yang merupakan mahasiswa biasa, dan bukan tergabung di dalam berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa atau Organisasi Mahasiswa mengaku sangat apresiatif terhadap acara ini. Saat ditanyai apakah dia menghadiri acara mimbar bebas tersebut karena memang lokasinya dekat dengan Fakultas Hukum, yang merupakan fakultasnya sendiri, dengan tegas ia menjawab tidak. "Saya murni datang kesini karena memang ingin menyaksikannya, acara ini sangat mendukung perkembangan kampus UNAND ke arah yang lebih baik", tuturnya.
Candra menambahkan, acara ini tidak akan berhenti sampai disini saja, Kamis (13/9) akan diadakan aksi lanjutan di depan Gedung Rektorat UNAND. Sehubung dengan berkunjungnya Wakil Ketua KPK, Bambang Widjajanto ke kampus UNAND pada hari tersebut, Candra mengharapkan kasus ini benar-benar terselesaikan. "Kami akan mendesak wakil ketua KPK untuk mengusut tuntas semuanya", tambahnya.
Sebagai penutup, Candra menghimbau seluruh Organisasi Mahasiswa se-Kota Padang untuk melakukan aksi serupa, karena rata-rata kampus di kota ini mengalami permasalahan yang sama, dan tidak adanya transparasi. "Hal ini wajib dilakukan, karena jika tidak, maka keadaan kampus akan menjadi semakin tidak terkendali", tutupnya. Via, Tuni.
Komentar (0)